Headline.co.id, Jakarta ~ Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) dari unsur aparatur sipil negara (ASN) menjadi langkah pemerintah memperkuat bela negara dan kesiapsiagaan nasional pada 2026. Program Kementerian Pertahanan (Kemhan) tersebut melibatkan aparatur dari berbagai kementerian dan lembaga melalui latihan dasar militer yang menekankan kedisiplinan, ketangguhan mental, kerja sama, serta semangat pengabdian. Penguatan Komcad ASN dilakukan di tengah ancaman yang semakin kompleks, mulai dari ancaman militer dan nonmiliter hingga disinformasi, ancaman siber, serta perubahan teknologi. Meski mengikuti pelatihan, peserta tetap menjalankan tugas pokok sebagai ASN di instansi masing-masing di luar mekanisme mobilisasi.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945. Tanggung jawab tersebut, kata dia, tidak hanya berada di pundak aparat pertahanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh komponen bangsa sesuai peran dan kapasitas masing-masing.
Dalam keterangan tertulis yang diterima , Selasa (20/10/2026), Sjafrie mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara berkembang semakin kompleks. Ancaman itu mencakup aspek militer dan nonmiliter, serta bersifat fisik maupun nonfisik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Arus informasi yang bergerak cepat dan perkembangan teknologi digital menuntut masyarakat memiliki kemampuan membaca situasi, memilah informasi, serta mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu kepentingan nasional.
Komcad ASN Tidak Mengubah Aparatur Menjadi Prajurit
Pembentukan Komcad ASN merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan semesta. Program tersebut menyiapkan sumber daya nasional untuk memperbesar dan memperkuat Komponen Utama pertahanan negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti latihan dasar militer untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, ketangguhan mental, dan semangat pengabdian. Namun, pembinaan itu tidak dimaksudkan untuk mengubah ASN menjadi prajurit militer dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, “Komcad merupakan sumber daya nasional yang disiapkan untuk dikerahkan melalui mekanisme mobilisasi guna memperkuat kemampuan Komponen Utama.” Di luar mekanisme tersebut, peserta tetap menjalankan tugas pokok sebagai ASN pada instansi masing-masing.
Tito berharap pengalaman pelatihan membentuk aparatur yang lebih disiplin, tangguh, mampu bekerja di bawah tekanan, serta memahami pentingnya koordinasi dan kepatuhan terhadap hukum maupun kewenangan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesiapan, meningkatkan profesionalisme, memperkuat kolaborasi, serta merawat persatuan dan kedisiplinan dalam mengelola informasi. Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Ribuan ASN Ikuti Pelatihan Komcad pada 2026
Komitmen pemerintah memperkuat kesadaran bela negara melalui pembinaan ASN terlihat dalam penyelenggaraan Latsarmil Komcad Kementerian dan Lembaga Gelombang I dan II pada 2026. Sebanyak 1.758 peserta mengikuti upacara yang dipimpin Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini.
Rini menekankan bahwa kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, integritas, serta kemampuan menghadapi tekanan merupakan bekal penting bagi ASN. Bekal tersebut diperlukan untuk mendukung pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Para peserta diharapkan kembali ke instansi masing-masing dengan membawa perubahan positif dan menjadi teladan bagi rekan kerja serta lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Latsarmil Komcad ASN Gelombang II dibuka pada 24 Agustus 2026. Sebanyak 2.065 peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi dari berbagai kementerian dan lembaga di tingkat pusat mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober 2026.
Dalam sambutan Menteri Pertahanan yang dibacakan Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema, pembentukan Komcad ASN disebut sebagai bentuk sinergi untuk memperkuat pertahanan negara. Peserta juga diharapkan menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Keberagaman profesi dan keahlian peserta dipandang sebagai modal untuk membangun kerja sama lintas instansi. Dalam sistem pertahanan negara, kesiapan tidak hanya ditentukan oleh personel dan peralatan militer, tetapi juga dukungan berbagai unsur bangsa.
Bela Negara Menghadapi Disinformasi dan Ancaman Siber
Penguatan bela negara juga berkaitan dengan kemampuan menghadapi persaingan opini dan arus informasi. Menurut Sjafrie, insan pers memiliki peran strategis karena wartawan dituntut mengikuti perkembangan informasi, mengenali potensi ancaman sejak dini, serta menyajikan informasi yang berpijak pada kepentingan nasional.
Bagi masyarakat, ketahanan bangsa dapat diperkuat melalui literasi digital, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyoroti tantangan global berupa perkembangan teknologi, ancaman siber, disinformasi, serta persaingan antarnegara di bidang ekonomi dan sumber daya manusia. Ia menekankan perlunya pola pikir adaptif dan inovatif, budaya belajar sepanjang hayat, serta penguatan integritas agar ASN mampu menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.
Penguatan integritas dan profesionalisme ASN dinilai penting bagi ketahanan nasional. Aparatur yang disiplin, kompeten, dan bertanggung jawab turut menentukan keberlangsungan pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Kesadaran bela negara juga diwujudkan melalui tindakan sesuai peran masing-masing. ASN dapat menerapkannya dengan bekerja disiplin, menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Insan pers berperan melalui pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab, sedangkan masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga kerukunan, menaati hukum, serta menggunakan ruang digital secara bijak.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














