Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah mengubah orientasi kebijakan keuangan inklusif melalui peluncuran Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. DNKK diluncurkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Kebijakan ini diarahkan untuk memperluas manfaat layanan keuangan, dari sekadar kepemilikan rekening menjadi peningkatan kesejahteraan keuangan keluarga.
Perubahan tersebut dilakukan dengan mengubah Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menjadi DNKK. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, perubahan nama sekaligus orientasi itu menempatkan keluarga sebagai fokus utama kebijakan keuangan.
Fokus DNKK Tidak Lagi Sekadar Kepemilikan Rekening
Menurut Airlangga, kebijakan sebelumnya lebih menekankan aspek inklusivitas, yakni memastikan masyarakat terlibat dalam sistem keuangan dan memiliki rekening. Melalui DNKK, pemerintah memperluas sasaran kebijakan agar akses terhadap layanan keuangan dapat berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan keluarga.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kalau Dewan Nasional Keuangan Inklusif hanya inclusivity, Pak, hanya keterlibatan masyarakat mempunyai rekening. Tetapi Bapak Presiden sudah merubah orientasinya menjadi kesejahteraan keuangan keluarga, Pak,” jelas Menko Airlangga.
Perubahan orientasi itu menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan kebijakan keuangan tidak hanya dilihat dari bertambahnya jumlah masyarakat yang memiliki akses atau rekening. Pemerintah juga memperhatikan kualitas pemanfaatan layanan keuangan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2026 yang disampaikan Airlangga, tingkat inklusi keuangan Indonesia tercatat mencapai 93,61 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan berada di angka 69,57 persen.
Capaian tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas penggunaan layanan keuangan. Dengan tingkat inklusi yang telah mencapai 93,61 persen dan literasi sebesar 69,57 persen, kebijakan DNKK diarahkan untuk memperkuat manfaat layanan keuangan dalam kehidupan keluarga.
Tiga Aspek Kesejahteraan Keuangan
Airlangga menjelaskan, pelaksanaan kebijakan kesejahteraan keuangan memperhatikan tiga aspek utama. Pertama, kualitas kondisi keuangan atau financial wellness. Kedua, ketahanan dalam menghadapi guncangan atau financial resilience. Ketiga, rasa aman dalam mengelola keuangan atau financial security.
Ketiga aspek tersebut menjadi bagian dari perluasan fokus kebijakan keuangan inklusif. Artinya, kesejahteraan keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat mengakses layanan keuangan, tetapi juga kondisi keuangan, daya tahan terhadap guncangan, dan rasa aman dalam pengelolaannya.
Pemerintah menyiapkan strategi nasional terkait kesejahteraan keluarga untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut. Pada tingkat daerah, pelaksanaannya diarahkan melalui penguatan literasi keuangan dan perluasan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penguatan literasi keuangan menjadi salah satu arah pelaksanaan di daerah. Sementara itu, perluasan pembiayaan ditujukan bagi UMKM sebagai bagian dari strategi nasional yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga.
Keluarga Menjadi Titik Fokus Kebijakan
Airlangga menegaskan, peluncuran DNKK menempatkan keluarga sebagai unit yang menjadi perhatian dalam kebijakan ekonomi. Menurut dia, pembahasan mengenai ekonomi makro dalam kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam upaya yang menyentuh keluarga secara langsung.
“Jadi kalau kita bicara ekonomi makro, yang diluncurkan Pak Presiden di sini adalah keluarga per keluarga. Ekonomi terkecil di masyarakat kita adalah ekonomi keluarga,” pungkas Menko Airlangga.
Dengan demikian, DNKK membawa perubahan fokus dari keuangan inklusif menuju kesejahteraan keuangan keluarga. Pelaksanaan kebijakan itu mencakup peningkatan kualitas kondisi keuangan, penguatan ketahanan menghadapi guncangan, rasa aman dalam mengelola keuangan, serta dukungan melalui literasi dan pembiayaan bagi UMKM di daerah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















