Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Format kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia kembali menjadi perhatian setelah beredarnya rincian jadwal dan mekanisme pertandingan yang direncanakan berlangsung mulai Maret 2027 hingga Oktober 2029. Dalam skema yang dipaparkan, negara-negara anggota Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC harus melewati beberapa putaran untuk memperebutkan delapan tiket langsung menuju Piala Dunia 2030. Timnas Indonesia berpeluang memulai perjalanan dari babak kedua berdasarkan proyeksi posisi dalam pemeringkatan FIFA. Namun, jalur menuju putaran final tetap menuntut setiap peserta memenuhi persyaratan kelolosan pada masing-masing fase pertandingan.
Sistem kualifikasi yang dijelaskan dalam bahan menggunakan tahapan eliminasi awal, fase grup, dan playoff regional. Setiap putaran memiliki jumlah peserta serta mekanisme kelolosan yang berbeda.
Memahami pembagian tersebut penting untuk melihat mengapa kesempatan langsung mengikuti putaran kedua belum berarti suatu negara memiliki jaminan untuk mencapai putaran final.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bagaimana Mekanisme Babak Pertama dan Kedua?
Dalam rancangan format yang dipaparkan, peserta dikelompokkan berdasarkan posisi dalam pemeringkatan FIFA. Sebanyak 26 negara dengan peringkat tertinggi akan mendapatkan kesempatan langsung mengikuti babak kedua.
Sementara itu, 20 negara lainnya harus memulai perjuangan pada babak pertama yang dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 30 Maret 2027.
Dari 20 peserta tersebut, sepuluh pemenang akan melengkapi jumlah peserta putaran kedua sehingga terbentuk 36 negara yang akan bersaing dalam fase grup.
Babak kedua kemudian dibagi menjadi sembilan grup dengan masing-masing empat peserta. Pertandingan menggunakan sistem kandang dan tandang sehingga setiap negara memiliki kesempatan menghadapi lawan grup di kandang sendiri maupun di kandang lawan.
Setelah seluruh pertandingan grup selesai, juara dan runner-up dari setiap kelompok akan memperoleh tiket menuju putaran ketiga. Total terdapat 18 negara yang melanjutkan persaingan.
Artinya, sebanyak dua tim dari setiap grup harus mengakhiri perjalanan pada babak kedua, sedangkan dua tim lainnya dapat melanjutkan usaha merebut tiket Piala Dunia.
Mengapa Babak Ketiga Menjadi Penentu Tiket Piala Dunia?
Babak ketiga menjadi tahapan penting karena enam tiket langsung direncanakan ditentukan melalui hasil pertandingan pada fase tersebut.
Sebanyak 18 negara yang lolos dari babak kedua dibagi kembali menjadi tiga grup. Masing-masing grup akan berisi enam peserta yang bersaing untuk mendapatkan posisi terbaik.
Dalam skema yang disampaikan, juara dan runner-up setiap grup berhak langsung tampil pada putaran final Piala Dunia 2030. Dengan tiga grup yang tersedia, jumlah negara yang memperoleh kelolosan langsung dari fase ini mencapai enam tim.
Ketentuan tersebut membuat posisi dua besar menjadi target utama seluruh peserta babak ketiga. Negara yang mampu meraih salah satu dari dua posisi teratas tidak perlu melalui pertandingan tambahan di playoff regional.
Sebaliknya, tim yang mengakhiri persaingan pada urutan ketiga dan keempat masih memiliki kesempatan melalui jalur berikutnya. Mekanisme ini membuat hasil pertandingan di babak ketiga menentukan apakah suatu tim langsung lolos, melanjutkan perjalanan, atau tersingkir.
Bagaimana Enam Tim Memperebutkan Dua Tiket Playoff?
Putaran keempat disediakan bagi enam tim yang finis pada peringkat ketiga dan keempat dari tiga grup babak ketiga.
Menurut rincian format yang beredar, keenam negara tersebut akan kembali bersaing melalui playoff regional Asia. Mereka memperebutkan dua tiket langsung yang belum ditentukan pada babak sebelumnya.
Jika enam tiket sudah diperoleh melalui babak ketiga dan dua tiket lainnya berasal dari putaran keempat, jumlah keseluruhan tiket langsung menjadi delapan tempat.
Jadwal playoff regional tersebut direncanakan berlangsung pada September hingga Oktober 2029. Namun, bahan yang tersedia belum merinci pembagian grup playoff, jadwal setiap pertandingan, maupun ketentuan teknis untuk menentukan dua pemenang.
Karena itu, struktur pertandingan playoff secara terperinci masih memerlukan penjelasan resmi penyelenggara. Informasi yang dapat disimpulkan dari bahan adalah keberadaan enam peserta yang bersaing memperebutkan dua tiket langsung.
Apa Arti Format Kualifikasi Ini bagi Timnas Indonesia?
Timnas Indonesia diproyeksikan menempati peringkat ke-21 Asia atau posisi ke-116 dunia berdasarkan perhitungan yang dicantumkan dalam bahan.
Dengan mekanisme yang memberikan kesempatan langsung kepada 26 negara teratas Asia, Indonesia berpeluang memulai perjalanan dari putaran kedua.
Keuntungan tersebut dapat mengurangi jumlah tahapan yang harus dijalani. Namun, Indonesia tetap harus bersaing dengan tiga peserta lainnya dalam grup untuk memperoleh salah satu dari dua tiket menuju babak ketiga.
Apabila berhasil lolos, tantangan berikutnya adalah bersaing memperebutkan posisi dua besar di antara enam peserta dalam grup pada putaran ketiga.
Jika Indonesia hanya menempati peringkat ketiga atau keempat pada fase tersebut, kesempatan masih terbuka melalui putaran keempat sebagaimana dijelaskan dalam skema kualifikasi.
Seluruh proyeksi ini bergantung pada penetapan peserta dan komposisi grup. Pemeringkatan November 2026 yang disebut menjadi acuan belum terbit pada tanggal 10 Oktober 2026 sehingga posisi Indonesia dalam pembagian peserta belum dapat dinyatakan pasti.
AFC Nations League dan Rencana Perubahan Jalur Kualifikasi
Di tengah persiapan menuju edisi 2030, AFC juga memaparkan proposal kompetisi baru bernama AFC Nations League. Rancangan ini merupakan agenda berbeda dari format kualifikasi empat putaran yang dibahas sebelumnya.
Proposal tersebut memuat sistem kompetisi tiga tingkatan yang melibatkan 47 negara anggota AFC. Dua tingkatan teratas direncanakan masing-masing berisi 18 negara, sedangkan tingkatan ketiga diikuti 11 negara.
Melalui rancangan itu, AFC ingin menghubungkan pertandingan internasional dengan jalur menuju Piala Dunia dan Piala Asia. Kompetisi percontohan diusulkan berlangsung pada periode 2028–2029 sebelum penerapan sistem yang lebih luas setelah edisi Piala Dunia 2030.
Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor John, dalam pernyataan pada 21 Desember 2025 yang dimuat dalam bahan, menjelaskan tujuan pengembangan kompetisi tersebut.
"Dengan memperkenalkan platform kompetisi yang terstruktur selama jendela FIFA, kami bertujuan untuk memastikan akses yang konsisten ke pertandingan-pertandingan berkualitas tinggi," kata John.
John juga menyampaikan adanya ketertarikan dari mitra komersial terhadap penyelenggaraan kompetisi dengan format serupa Nations League.
Dalam rancangan untuk siklus Piala Dunia berikutnya, performa negara pada tingkat teratas akan dihubungkan dengan jalur kelolosan ke putaran final. Akan tetapi, sistem tersebut masih berstatus proposal dalam bahan sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai perubahan final bagi kualifikasi Piala Dunia 2030.
Menurut rincian jadwal yang disampaikan, babak pertama kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia direncanakan berlangsung pada 22–30 Maret 2027.
Babak kedua dijadwalkan mulai 20 September 2027 sampai 28 Maret 2028. Setelah itu, putaran ketiga berlangsung mulai Mei atau Juni 2028 hingga Juni 2029.
Putaran keempat atau playoff regional direncanakan menjadi tahapan penutup pada September hingga Oktober 2029.
Sebelum rangkaian pertandingan tersebut berjalan, pengundian grup dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Hasil pengundian akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai peta persaingan setiap negara.
Jadwal yang disampaikan dalam bahan dapat menjadi gambaran awal tahapan kualifikasi. Namun, rincian tersebut tetap perlu disandingkan dengan keputusan resmi AFC dan FIFA, khususnya mengenai ketentuan peserta, pembagian pot, serta pelaksanaan pertandingan.
Bagi Indonesia, perjalanan menuju Piala Dunia 2030 tidak hanya ditentukan oleh posisi awal dalam pemeringkatan, tetapi juga kemampuan melewati persaingan pada setiap babak. Kesempatan langsung mengikuti putaran kedua dapat menjadi keuntungan awal, sementara tiket ke putaran final tetap harus diperebutkan melalui hasil pertandingan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















