Headline.co.id ~ Headline.co.id, Ciputat (Kemenag) — Magang di Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama RI menjadi bekal bagi tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) untuk menyelesaikan pendidikan sarjana melalui tugas akhir berbasis karya. Ketiganya menghasilkan video pembelajaran yang dilengkapi modul sebagai pengganti skripsi konvensional. Karya tersebut disusun setelah mereka mengikuti proses pengembangan konten pembelajaran selama magang di Pusbangkom SDM Kemenag.
Ketiga mahasiswa itu adalah Afifah Arrahmah, Muhammad Rusydan Alfin Yusron Bisri, dan Amsar Ahmadi Pulungan. Mereka merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UNUSIA.
Magang Pusbangkom SDM Kemenag Jadi Bekal Tugas Akhir
Selama magang, ketiganya terlibat dalam sejumlah tahapan pembuatan media pembelajaran. Proses itu mencakup penyusunan materi, pengembangan konsep, produksi video, hingga penyusunan modul pendamping.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengalaman tersebut memberi mereka pemahaman mengenai tahapan pengembangan media pembelajaran yang terstruktur dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama berada di lingkungan Pusbangkom SDM Kemenag kemudian diterapkan dalam penyusunan tugas akhir berbasis karya.
Kepala Studio Pusbangkom SDM Kemenag sekaligus mentor mereka, Khotibul Umam, menilai program magang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan. Menurut dia, kegiatan tersebut juga memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam karya nyata.
“Pengalaman magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung, mengembangkan kreativitas, serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan menjadi karya nyata, khususnya dalam produksi media pembelajaran,” ujarnya di Ciputat, Jumat (9/10/2026).
Tiga Mahasiswa Hasilkan Video dan Modul Pembelajaran
Video pembelajaran yang dihasilkan ketiga mahasiswa dilengkapi modul. Keduanya menjadi bentuk tugas akhir berbasis karya yang digunakan untuk menyelesaikan pendidikan sarjana, bukan melalui skripsi konvensional.
Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, proses tersebut mempertemukan pengalaman akademik dengan praktik pengembangan media pembelajaran. Mereka tidak hanya mempelajari materi dalam perkuliahan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah materi menjadi konten pembelajaran.
Amsar Ahmadi Pulungan mengatakan, pengalaman magang di Pusbangkom SDM Kemenag tidak sekadar berkaitan dengan pemenuhan mata kuliah. Menurut dia, keterampilan teknis dan pemahaman mengenai proses produksi konten menjadi dasar bagi mereka untuk memilih tugas akhir berbasis video pembelajaran.
“Menurut kami, magang di Pusbangkom ini bukan sekadar menyelesaikan mata kuliah. Keterampilan teknis dan wawasan operasional yang kami pelajari di sini justru menjadi dasar utama kami untuk berani mengambil jalur penyusunan tugas akhir berbasis video pembelajaran,” jelas Amsar.
Media Pembelajaran Relevan bagi Calon Pendidik
Pengalaman mengembangkan video dan modul dinilai relevan bagi mahasiswa yang dipersiapkan menjadi calon pendidik. Media tersebut dapat digunakan untuk menyajikan materi secara sistematis dan menarik.
Video dan modul juga memungkinkan peserta didik memahami materi melalui beragam bentuk penyampaian. Karena itu, kemampuan menyusun media pembelajaran menjadi bagian dari keterampilan yang dapat diterapkan dalam bidang pendidikan.
Dalam proses magang, ketiga mahasiswa mempelajari pengembangan konten sejak tahap penyusunan materi dan konsep. Mereka kemudian terlibat dalam produksi video serta penyusunan modul agar media pembelajaran yang dihasilkan memiliki alur dan materi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Magang Hubungkan Perkuliahan dan Dunia Kerja
Capaian Afifah, Muhammad Rusydan, dan Amsar menunjukkan bahwa pengalaman akademik dapat dipadukan dengan praktik di lingkungan kerja. Melalui program magang, mahasiswa memperoleh pengalaman profesional sekaligus kesempatan mengembangkan keterampilan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas akademik.
Program tersebut juga menjadi ruang pembelajaran praktis yang menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata dalam pengembangan media pembelajaran. Keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada penyelesaian tugas akhir, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan calon pendidik dalam menyiapkan materi pembelajaran.
Dengan menghasilkan video pembelajaran dan modul, tiga mahasiswa UNUSIA itu menyelesaikan pendidikan sarjana melalui tugas akhir berbasis karya. Pengalaman magang di Pusbangkom SDM Kemenag menjadi bagian penting dari proses mereka dalam memahami, merancang, dan memproduksi media pembelajaran.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















