Headline.co.id ~ PERSIB U18 bermain imbang tanpa gol melawan tuan rumah Garuda United pada gim ketiga Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di Stadion Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 10 Oktober 2026. Hasil tersebut membuat kedua tim berbagi satu poin setelah pertandingan berlangsung selama 2×45 menit. PERSIB U18 gagal mencetak gol meski kedua tim tampil terbuka dan berupaya menciptakan peluang. Pelatih PERSIB U18, Tito Agung Setiawan, menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi, terutama terkait kebugaran pemain dan adaptasi terhadap kondisi lapangan.
Dalam pertandingan tandang tersebut, PERSIB U18 dan Garuda United sama-sama berusaha membangun serangan. Namun, peluang yang tercipta belum mampu mengubah skor hingga wasit meniup peluit panjang.
Tambahan satu poin menjadi hasil yang diraih Maung Ngora dalam rangkaian pertandingan di Solo. Meski demikian, Tito mengaku belum puas terhadap performa timnya. Ia menilai masih terdapat sejumlah aspek permainan yang harus segera diperbaiki sebelum PERSIB U18 menjalani pertandingan berikutnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kebugaran Jadi Evaluasi PERSIB U18
Tito menempatkan kondisi fisik pemain sebagai perhatian utama setelah laga melawan Garuda United. Menurut dia, tingkat kebugaran memengaruhi penampilan para pemain sehingga belum mampu tampil sesuai dengan harapan tim pelatih.
“Melihat performa anak-anak, saya kurang puas. Banyak yang perlu dibenahi, tapi menurut saya, hal utamanya adalah level kebugaran yang membuat mereka tampil tidak sesuai dengan yang diharapkan,” kata Tito setelah pertandingan.
Persoalan kebugaran menjadi tantangan bagi PERSIB U18 selama menjalani rangkaian pertandingan tandang di Solo. Sebelum menghadapi Garuda United, tim pelatih telah memberikan dua sesi latihan ringan.
Latihan tersebut dilakukan untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus mempertahankan sentuhan mereka terhadap bola. Namun, persiapan itu belum sepenuhnya membuat tim tampil seperti yang diharapkan Tito ketika pertandingan berlangsung.
Perjalanan Delapan Jam dari Bandung
Sebelum tiba di Solo, Maung Ngora menempuh perjalanan darat sekitar delapan jam dari Bandung. Tim tiba di Solo pada Jumat, 9 Oktober 2026, dini hari.
Setelah perjalanan tersebut, PERSIB U18 menjalani dua sesi latihan ringan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan. Program itu menjadi upaya tim pelatih untuk menjaga kondisi pemain sebelum melakoni gim ketiga Grup B EPA ONE.
Selain faktor perjalanan dan kebugaran, kondisi lapangan juga menjadi catatan bagi Tito. Ia menilai para pemain membutuhkan waktu yang lebih baik untuk mengenali karakter lapangan agar dapat bermain secara optimal.
Adaptasi Lapangan Jadi Catatan
Tito menyebut sesi latihan sebelum pertandingan belum berlangsung di lapangan pertandingan. PERSIB U18 berlatih ringan di pelataran hotel sehingga para pemain dinilai belum cukup mengenali kondisi lapangan yang digunakan saat menghadapi Garuda United.
“Kami berlatih ringan di pelataran hotel jadi ini juga akan menjadi catatan. Mungkin ke depan, kami akan melakukan familiarisasi lapangan karena terlihat, anak-anak juga cukup kaget dengan kondisi lapangan,” jelasnya.
Evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari persiapan PERSIB U18 menuju gim keempat. Pertandingan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Tito berharap PERSIB U18 dapat segera memperbaiki kekurangan yang terlihat dalam laga melawan Garuda United. Peningkatan kebugaran dan adaptasi yang lebih baik terhadap lapangan diharapkan membantu Maung Ngora menunjukkan performa yang lebih baik pada pertandingan selanjutnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















