Headline.co.id, Surabaya ~ Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur dan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur membahas peluang kolaborasi untuk membantu pelajar berpotensi yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Pembahasan itu berlangsung dalam audiensi di Kantor Baznas Jatim, Surabaya, Selasa (6/10/2026). Kerja sama tersebut diarahkan pada bidang pendidikan, pemberdayaan pelajar, pengembangan potensi kader, dan literasi zakat. Kolaborasi dibahas karena jaringan IPPNU yang tersebar di berbagai daerah dinilai dapat membantu mengidentifikasi serta mendampingi pelajar yang membutuhkan dukungan.
Baznas Jatim dan IPPNU Bahas Dukungan Pendidikan
Rombongan PW IPPNU Jawa Timur diterima Ketua Baznas Jawa Timur Mohammad Ghofirin bersama Wakil Ketua II Afif Amrullah, Wakil Ketua III Amirotul Mukminah, dan Wakil Ketua IV Syarif Hidayatullah.
Ketua PW IPPNU Jawa Timur Aprilia mengatakan, audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama dengan Baznas Jatim. Menurut dia, jaringan kader IPPNU yang berada di berbagai daerah di Jawa Timur dapat dimanfaatkan untuk menemukan pelajar yang membutuhkan dukungan pendidikan maupun pengembangan potensi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Aprilia menyebut, sebagian kader memiliki talenta dan keterampilan, tetapi terkendala biaya sekolah. Kondisi serupa juga dialami pelajar yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan, namun tidak dapat meneruskan ke perguruan tinggi karena faktor ekonomi.
“Kadang ada kader yang memiliki talenta dan skill yang bagus, tetapi terkendala biaya sekolah. Ada juga yang memiliki keinginan kuat dan kemampuan yang baik, tetapi tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena faktor ekonomi,” ujar Aprilia.
Jaringan IPPNU Mencakup Ribuan Struktur
Dalam audiensi tersebut, Aprilia menyampaikan bahwa jaringan PW IPPNU Jawa Timur saat ini mencakup 705 Pimpinan Anak Cabang (PAC), 2.661 Pimpinan Ranting (PR), dan 631 Pimpinan Komisariat (PK).
Jaringan tersebut dinilai dapat berperan dalam memperluas akses informasi dan pendampingan bagi pelajar. Dukungan tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga pengembangan kemampuan akademik, keterampilan, serta potensi kader.
Dengan jaringan hingga tingkat ranting dan komisariat, IPPNU juga memiliki ruang untuk memperluas informasi mengenai program dukungan pendidikan dan edukasi zakat di kalangan pelajar. Pembahasan kerja sama itu sekaligus mencakup peluang pemberdayaan pelajar yang memiliki kemampuan, tetapi membutuhkan dukungan ekonomi agar dapat melanjutkan pendidikan.
Program Jatim Cerdas dan Literasi Zakat
Ketua Baznas Jawa Timur Mohammad Ghofirin mengatakan, peluang kolaborasi dengan PW IPPNU Jawa Timur sejalan dengan arah program Baznas Jatim melalui sembilan Nawa Pradana. Salah satu bidang yang dinilai dapat diperkuat ialah Jatim Cerdas, termasuk dukungan pendidikan dan edukasi zakat bagi pelajar.
“Kami dengan sembilan Nawa Pradana sangat cocok jika Rekanita PW IPPNU Jawa Timur turut mengawal Jatim Cerdas, mulai dari SKSS hingga GEMAZ, Gerakan Manasik Zakat,” kata Ghofirin.
Ghofirin menilai, jaringan IPPNU sampai tingkat ranting dan komisariat dapat menjadi kekuatan untuk memperluas edukasi serta literasi zakat di kalangan pelajar. Menurut dia, kerja sama itu tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung pelajar yang memiliki kemampuan akademik maupun keterampilan.
Melalui audiensi tersebut, Baznas Jatim dan PW IPPNU Jawa Timur membahas tindak lanjut peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, literasi zakat, pengembangan potensi kader, dan pemberdayaan pelajar.
Kolaborasi itu diharapkan dapat memperluas manfaat pengelolaan zakat sekaligus membuka akses dukungan bagi pelajar agar mampu mengembangkan potensi dan melanjutkan pendidikan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















