Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah menargetkan sistem perlindungan sosial (perlinsos) berbasis digital diluncurkan pada kuartal pertama 2027. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sistem tersebut masih dalam tahap uji coba, pemutakhiran data, dan masa sanggah. Perlinsos Digital dikembangkan melalui integrasi data serta layanan lintas instansi agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, transparan, dan efektif.
Luhut menyampaikan perkembangan Perlinsos Digital di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Sistem yang memanfaatkan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) dan Digital Public Infrastructure (DPI) itu telah diuji coba secara bertahap di berbagai daerah untuk mendukung transformasi layanan pemerintah dan program prioritas nasional.
Uji Coba Perlinsos Digital Capai 48 Persen Kabupaten
Luhut, yang juga menjabat Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), mengatakan uji coba Perlinsos Digital terus mengalami perkembangan. Menurut dia, pelaksanaan uji coba yang dilakukan secara bertahap telah mencapai sekitar 48 persen dari seluruh 514 kabupaten.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Tadi kita dengan teman-teman media menyampaikan progresnya dan tadi mencoba sekalian, kelihatan bagus. Tentu masih banyak kurang di sana-sini dan kami mengimbau nanti masyarakat juga membantu. Sekarang secara bertahap sudah ada uji coba oleh Pak Tito (Mendagri), kemarin ditambah jadi kira-kira 48 persen dari seluruh 514 kabupaten,” ujar Luhut di Jakarta.
Ia berharap perkembangan uji coba tersebut dapat menjadi bahan laporan kepada Presiden menjelang Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD. Luhut menyebut pemerintah mengusulkan agar perkembangan itu disampaikan Presiden dalam Sidang Tahunan DPR yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus.
“Mudah-mudahan ini nanti sudah bisa berjalan sehingga kita mengusulkan untuk nanti Bapak Presiden menyampaikan laporan beliau di Sidang Tahunan DPR yang akan dilakukan 14 Agustus. Saya kira progresnya sampai hari ini sangat baik,” kata dia.
Pemutakhiran Data Berlanjut hingga Akhir 2026
Selain uji coba, pemerintah masih melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data sebelum sistem memasuki masa sanggah. Tahapan tersebut ditargetkan selesai hingga akhir 2026, kemudian masyarakat akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan sanggahan terhadap data yang telah dihimpun.
Luhut menjelaskan, peluncuran Perlinsos Digital pada kuartal pertama 2027 akan dilakukan setelah rangkaian konsolidasi data dan masa sanggah berjalan. Pemerintah masih menyiapkan tahapan tersebut agar sistem perlindungan sosial dapat diterapkan berdasarkan data yang lebih terpadu.
“Jadi timetable-nya kira-kira begini. Sampai Desember selesai kita mendapat data-data itu semua, kemudian kita keluarkan. Nanti kita mesti mungkin buka waktu sanggah sedikit lagi. Kemudian kuartal pertama tahun depan kita mau dicoba launching perlinsos dan yang lain itu,” ungkap dia.
Integrasi Data Jadi Fondasi Kebijakan
Menurut Luhut, integrasi data nasional tidak hanya diperlukan untuk mendukung penyaluran bantuan sosial. Data yang terpadu juga akan menjadi fondasi bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan strategis berbasis data.
Ia mengatakan pemerintah masih perlu melakukan pembenahan terhadap data sebelum memiliki satu basis data yang terintegrasi. Dengan data tersebut, pemerintah diharapkan dapat mengambil keputusan untuk berbagai kebutuhan secara lebih terukur.
“Dan saya berharap kita nanti mungkin bersih-bersih. Setelah itu kita akan punya satu data yang sangat terpadu sehingga Bapak Presiden bisa membuat keputusan mengenai hampir apa saja,” ujar Luhut.
Pengembangan Perlinsos Digital merupakan bagian dari percepatan Transformasi Digital Pemerintah. Program itu juga diarahkan untuk mendukung Program Prioritas Presiden dan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
Dukung MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Luhut menambahkan, data terpadu yang dibangun melalui proses digitalisasi tersebut nantinya dapat mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah lainnya. Beberapa program yang disebut lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta berbagai proyek dan program strategis nasional.
“Jadi misalnya MBG, Koperasi Merah Putih, proyek-proyek dan program-program besar beliau, itu nanti akan didukung oleh data dan oleh teknologi yang menurut kita sekarang merupakan salah satu yang terbaik di dunia,” tutur Luhut.
Dengan demikian, pemerintah menempatkan Perlinsos Digital sebagai bagian dari transformasi layanan yang menghubungkan data dan layanan lintas instansi. Sistem tersebut masih membutuhkan penyempurnaan melalui uji coba, pemutakhiran data, serta masa sanggah sebelum ditargetkan diluncurkan pada awal 2027.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















