Headline.co.id ~ Gondongan pada anak dapat ditangani di rumah dengan perawatan yang tepat untuk mengurangi nyeri, demam, dan pembengkakan pada pipi. Penyakit akibat infeksi virus mumps ini menyerang kelenjar ludah di bawah telinga dan lebih cenderung dialami anak yang belum mendapat vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Selama masa pemulihan, orang tua perlu memastikan anak cukup istirahat, memperoleh asupan makanan dan cairan, serta tidak menggunakan bahan seperti blau yang belum terbukti secara medis.
Gondongan biasanya membuat anak rewel, kehilangan nafsu makan, dan berisiko mengalami dehidrasi. Meski sebagian besar kasus dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu, demam, nyeri, serta pipi yang bengkak tetap dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Berikut sejumlah cara mengobati gondongan pada anak yang disarankan secara medis untuk membantu proses pemulihan di rumah.
Pastikan Anak Beristirahat dan Berada di Rumah
Istirahat total penting agar tubuh anak dapat fokus melawan infeksi virus. Orang tua disarankan memastikan anak tetap berada di rumah dan tidak pergi ke sekolah, tempat penitipan, atau bermain bersama teman selama minimal lima hari setelah gejala mulai muncul.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain mencukupi waktu tidur, aktivitas fisik berat juga perlu dibatasi. Anak sebaiknya tidak melakukan kegiatan seperti berlari, melompat, atau bersepeda selama kondisinya belum pulih. Untuk menghindari kebosanan, orang tua dapat menawarkan aktivitas yang tenang, seperti membaca buku bersama, menggambar, atau menonton film favorit.
Berikan Makanan Lunak dan Cairan yang Cukup
Pembengkakan dan nyeri di sekitar pipi serta mulut dapat membuat anak enggan mengonsumsi makanan biasa. Karena itu, pilih makanan bertekstur lembut yang mudah dikunyah. Beberapa pilihan yang dapat diberikan lain bubur ayam, sup hangat dengan sayuran yang telah dipotong kecil, nasi tim, telur orak-arik, dan puding susu.
Hindari makanan keras, seperti kerupuk dan gorengan. Makanan yang terasa asam atau pedas juga sebaiknya tidak diberikan karena dapat memperparah rasa sakit di mulut dan tenggorokan.
Asupan cairan juga harus menjadi perhatian karena anak yang mengalami gondongan dapat mengalami penurunan nafsu makan dan minum. Anak dapat diberikan air putih setidaknya 4–6 gelas sehari. Selain air putih, cairan yang dapat diberikan meliputi kaldu hangat, jus buah yang tidak asam seperti jus apel, atau air kelapa.
Jika anak kesulitan minum dalam jumlah banyak sekaligus, berikan cairan dalam porsi kecil tetapi sering. Orang tua dapat memberikan beberapa teguk setiap 10–15 menit. Tanda-tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan lain bibir kering, jarang buang air kecil, dan tubuh lemas. Jika tanda tersebut muncul, anak perlu segera dikonsultasikan ke dokter.
Redakan Demam dan Nyeri dengan Cara Aman
Demam serta nyeri di area pipi atau rahang dapat membuat anak rewel dan sulit tidur. Untuk membantu meredakannya, orang tua dapat memberikan obat penurun demam dan pereda nyeri seperti paracetamol sesuai anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan obat.
Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak karena dapat memicu kondisi serius, yaitu sindrom Reye. Penggunaan obat harus dilakukan sesuai aturan agar tetap aman bagi anak.
Pembengkakan pada pipi juga dapat dikurangi dengan kompres dingin. Caranya, bungkus beberapa es batu atau air dingin menggunakan kain bersih, kemudian tempelkan pada pipi anak selama 10–15 menit. Kompres dapat diulangi beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.
Es tidak boleh ditempelkan langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi atau luka akibat suhu dingin yang ekstrem. Penggunaan kain bersih diperlukan untuk melindungi kulit anak selama proses kompres.
Hindari Blau dan Ramuan yang Belum Terbukti
Orang tua perlu menghindari penggunaan blau atau ramuan tradisional yang belum terbukti secara medis untuk mengobati gondongan pada anak. Bahan kimia seperti blau maupun ramuan tertentu dapat menimbulkan iritasi, alergi, bahkan infeksi pada kulit anak.
Sebagian besar kasus gondongan memang tidak berbahaya dan dapat pulih dengan sendirinya. Namun, risiko seperti dehidrasi akibat anak sulit makan dan minum tetap perlu diwaspadai. Infeksi juga dapat menyebar ke organ lain sehingga kondisi anak perlu terus dipantau selama masa pemulihan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















