Headline.co.id, Gorontalo ~ Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo mengenalkan makanan tradisional Tiliaya kepada 300 anak PAUD/Taman Bermain di TK Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu dalam rangka edukasi kearifan lokal dan pelestarian pangan tradisional Gorontalo sejak usia dini. Pengenalan Tiliaya dilakukan melalui kolaborasi Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG dengan pendekatan yang ramah serta menyenangkan bagi anak. Sebanyak 300 porsi Tiliaya diberikan kepada 300 anak yang mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman mengatakan, pengenalan Tiliaya kepada anak merupakan salah satu bentuk investasi budaya bagi generasi penerus. Menurut dia, anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk mengenal budaya daerah melalui cara yang sederhana, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan sesuai dengan dunia anak.
“Pengenalan Tiliaya kepada anak-anak pada hari Rabu lalu menjadi salah satu cara untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini. Kita berharap anak-anak mengenal bahwa Gorontalo memiliki kekayaan budaya dan pangan tradisional yang perlu dijaga dan diwariskan,” kata Yana Suleman, Jumat (2/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Edukasi Tiliaya untuk Anak Usia Dini
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo Ida Syahidah Rusli Habibie secara langsung mengenalkan Tiliaya dan memberikannya kepada anak-anak. Kegiatan itu menjadi bagian dari edukasi kearifan lokal sekaligus pengenalan pangan tradisional khas Gorontalo.
Ida Syahidah juga berinteraksi langsung dengan anak-anak dalam suasana penuh keakraban. Melalui kegiatan tersebut, Tiliaya diperkenalkan sebagai salah satu makanan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Gorontalo.
Tiliaya merupakan pangan tradisional Gorontalo dengan bahan utama telur, gula aren, dan santan. Pengenalan makanan tersebut kepada anak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan, serta kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah.
Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi untuk Perlindungan Anak, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pewarisan Kearifan Lokal Gorontalo Sejak Usia Dini.” Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari BSG.
Pelestarian Budaya Membutuhkan Kolaborasi
Yana Suleman menegaskan, pelestarian kearifan lokal tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat secara luas.
Pengenalan Tiliaya kepada anak-anak PAUD/Taman Bermain di TK Damhil UNG merupakan bagian dari rangkaian kerja sama Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo dan FIS UNG dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan kekuatan pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Fokusnya mencakup perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian kearifan lokal.
Melalui perguruan tinggi, berbagai kekayaan budaya daerah dapat dikaji, didokumentasikan, dan dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, pemerintah daerah berperan mendorong agar pengetahuan, hasil penelitian, dan inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
Langkah Awal Mengenalkan Kearifan Lokal Gorontalo
Pengenalan Tiliaya kepada anak usia dini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan berbagai bentuk kearifan lokal Gorontalo lainnya kepada generasi penerus. Upaya tersebut sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak.
Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo dan FIS UNG menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari kerja sama yang tidak hanya mengenalkan makanan tradisional, tetapi juga memperkuat pendidikan budaya dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, Tiliaya diperkenalkan sejak dini sebagai pangan tradisional sekaligus bagian dari identitas budaya Gorontalo.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















