Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mendorong penyelesaian kebutuhan dermaga pengaman bagi nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansahrullah menyampaikan dorongan itu saat berdialog dengan nelayan di TPI Pasir Tiku, Senin (21/9/2026). Dermaga tersebut dibutuhkan untuk melindungi bagan nelayan ketika gelombang tinggi dan menjaga keberlangsungan aktivitas usaha mereka. Pemerintah provinsi akan mengoordinasikan kebutuhan itu dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.
Dalam dialog tersebut, nelayan menyampaikan persoalan kerusakan dan kandasnya bagan ketika kondisi laut memburuk. Mereka mengusulkan pembangunan dermaga pengaman permanen dengan konstruksi beton karena sebagian besar bagan masih menggunakan bahan kayu dan konstruksi tradisional.
Boy (48 tahun), salah seorang nelayan, mengatakan ketiadaan pelabuhan penyelamatan membuat nelayan menghadapi risiko berulang saat laut mengalami gelombang tinggi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Setiap tahun kami pasti dapat musibah. Tahun kini saja baru hitungan delapan bulan, sudah empat buah bagan kami yang kandas. Kami tidak punya pelabuhan penyelamatan,” ujar Boy.
Dermaga pengaman berkaitan dengan keselamatan nelayan
Mahyeldi mengatakan kebutuhan dermaga pengaman berkaitan langsung dengan keselamatan nelayan sekaligus keberlangsungan aktivitas usaha mereka. Karena itu, ia mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat segera mengoordinasikan kebutuhan tersebut dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.
Menurut Mahyeldi, pembangunan fasilitas harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat di lapangan. Fasilitas itu juga diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Yang terpenting bagaimana kebutuhan nelayan ini kita carikan solusinya. Fasilitas yang dibangun harus benar-benar memberikan manfaat, mendukung aktivitas nelayan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Mahyeldi.
Usulan pembangunan dermaga permanen dengan konstruksi beton disampaikan sebagai perlindungan bagi bagan nelayan saat gelombang tinggi. Bagan yang sebagian besar masih berbahan kayu dan menggunakan konstruksi tradisional dinilai membutuhkan tempat berlindung ketika kondisi laut memburuk.
Nelayan juga mengusulkan pabrik es
Selain dermaga pengaman, nelayan menyampaikan kebutuhan pabrik es untuk mendukung aktivitas penangkapan dan menjaga kualitas hasil tangkapan setelah kembali dari laut.
Dalam dialog itu disampaikan bahwa anggaran pembangunan pabrik es sebelumnya telah dialokasikan. Namun, proses tender belum menghasilkan pemenang.
Mahyeldi meminta kebutuhan pabrik es tetap dikawal agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fasilitas tersebut menjadi salah satu sarana pendukung yang dibutuhkan dalam aktivitas nelayan di Pasir Tiku.
Gudang penyimpanan dan sinergi lintas pihak
Mahyeldi juga menilai fasilitas pendukung lain, seperti gudang penyimpanan, perlu diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan. Pembangunan sarana tersebut diharapkan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan pemanfaatannya.
Menurut dia, pembangunan fasilitas pendukung harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemenuhan berbagai kebutuhan nelayan memerlukan koordinasi agar aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara efektif.
Untuk mendukung upaya tersebut, Mahyeldi mendorong sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, koperasi nelayan, dan pihak swasta. Koordinasi lintas pihak dinilai penting dalam pembahasan kebutuhan dermaga pengaman, pabrik es, serta gudang penyimpanan di kawasan TPI Pasir Tiku.
Dalam kunjungan itu, Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat Seifdinon serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatra Barat Helmi Heriyanto. Kehadiran perangkat daerah terkait diharapkan mempercepat pembahasan dan tindak lanjut kebutuhan fasilitas nelayan di Pasir Tiku.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















