Headline.co.id, Jakarta ~ Banten – Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Irjen Kemhan RI) Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte membuka Exercise Trident Resolve (XTR) 2026 di Banten, Selasa (22/9/2026). Ia mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI dalam pembukaan latihan internasional yang berlangsung pada 20-26 September 2026. Exercise Trident Resolve 2026 digelar untuk memperkuat kerja sama praktis negara-negara ASEAN dan Plus dalam kerangka ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM)-Plus. Latihan ini dilaksanakan secara kolaboratif melalui integrasi tiga bidang, yakni keamanan siber, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta kedokteran militer.
Exercise Trident Resolve Perkuat Kerja Sama ASEAN dan Plus
Dalam amanat Sekretaris Jenderal Kemhan RI yang dibacakannya, Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte menyebut Exercise Trident Resolve sebagai tonggak penting dalam kerja sama praktis negara-negara ASEAN dan Plus.
“Latihan ini juga memperkuat kepercayaan dan persahabatan di negara-negara peserta,” ujar Irjen Kemhan dalam amanat tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Indonesia menjadi tuan rumah XTR 2026 dan menyelenggarakan latihan itu bersama negara-negara co-chair dari tiga Experts’ Working Group (EWG) ADMM-Plus. Kolaborasi tersebut mencakup Australia dan Kamboja untuk bidang Cyber Security, Singapura dan Selandia Baru untuk Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), serta Indonesia dan Amerika Serikat untuk Military Medicine.
Exercise Trident Resolve 2026 tercatat sebagai Combined Field Training Exercise (FTX) ADMM-Plus terbesar dalam satu dekade berdasarkan jumlah partisipan. Latihan tersebut melibatkan sekitar 2.200 personel militer dari 19 negara anggota ADMM-Plus.
Selain unsur militer, sejumlah instansi sipil turut berpartisipasi. Mereka lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre), Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi kemanusiaan, dan lembaga internasional.
Integrasikan Tiga Bidang dalam Latihan Lapangan
XTR 2026 menjadi latihan lapangan pertama yang mengintegrasikan tiga EWG ADMM-Plus, yaitu Cyber Security, HADR, dan Military Medicine. Rangkaian latihan diselenggarakan di tujuh lokasi hingga wilayah perairan.
Pelaksanaan di sejumlah lokasi tersebut digunakan untuk menguji koordinasi dan respons terhadap bencana berskala besar. Skenario latihan meliputi operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue, evakuasi, perawatan medis, penanganan krisis kimia, biologi, dan radiologi, serta perbaikan infrastruktur vital.
Pada komponen maritim, Kapal Rumah Sakit TNI AL KRI dr. Soeharso dikerahkan bersama kapal Landing Ship Tank milik Singapura, RSS Endeavour. Kapal tersebut dilengkapi fasilitas bedah darurat dalam Rapidly Deployable Maritime Container.
Keduanya digunakan untuk memperkuat layanan medis dalam penanganan korban simulasi selama latihan. Komponen ini menjadi bagian dari skenario respons yang menggabungkan kemampuan militer dan unsur sipil dalam menghadapi bencana.
Keamanan Siber Diuji dalam Format FTX
Selain kemampuan operasional di lapangan, XTR 2026 menguji aspek keamanan siber untuk pertama kalinya dalam format FTX. Pengujian tersebut berfokus pada perlindungan sistem informasi dan pengamanan integritas data.
Aspek keamanan siber itu diuji untuk menghadapi potensi gangguan selama pelaksanaan respons terhadap bencana multinasional. Dengan demikian, latihan tidak hanya mencakup pencarian, evakuasi, pelayanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur, tetapi juga perlindungan sistem informasi yang mendukung operasi.
Integrasi ketiga bidang tersebut menjadi bagian dari upaya menguji koordinasi antarnegara dan antarlembaga dalam satu rangkaian latihan. Pelaksanaan XTR 2026 juga menggabungkan kegiatan di darat dan wilayah perairan.
Beri Dampak bagi Masyarakat Banten
Exercise Trident Resolve 2026 tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis dan operasional peserta. Latihan ini juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal di Banten.
Dampak tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial, pelayanan kesehatan masyarakat, dan perbaikan fasilitas umum. Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah koordinasi otoritas Indonesia bersama para pemangku kepentingan setempat.
Pelaksanaan latihan disaksikan langsung oleh para Pemimpin ASEAN Defence Senior Officials’ Meeting (ADSOM) dan ADSOM-Plus. Pejabat senior pertahanan dari negara-negara peserta juga hadir untuk meninjau jalannya Exercise Trident Resolve 2026.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















