Headline.co.id, Jakarta ~ RW 08 Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, diusulkan meraih predikat Program Kampung Iklim (Proklim) Madya 2026 setelah menjalankan berbagai aksi lingkungan berbasis gotong royong. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melakukan verifikasi lapangan di wilayah tersebut pada Rabu (2/9/2026). Verifikasi dilakukan untuk menilai berbagai program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dikembangkan warga di permukiman padat itu.
RW 08 Sukabumi Utara termasuk dalam 32 RW terpilih di DKI Jakarta yang diusulkan memperoleh predikat Proklim Madya 2026. Warga menjalankan pengelolaan sampah mandiri, pemanfaatan energi surya, pembuatan lubang resapan biopori, penampungan air hujan, hingga pengawasan kesehatan lingkungan.
Gotong Royong Warga RW 08 Sukabumi Utara
Ketua RW 08 Sukabumi Utara, Matroji, mengatakan program lingkungan di wilayahnya tumbuh dari kesadaran dan kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Pihak yang terlibat lain pengurus RT dan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dasawisma, kader Jumantik, serta pemuda Karang Taruna.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Permukiman tersebut dihuni sekitar 1.400 kepala keluarga atau 3.000 jiwa. Di tengah kepadatan wilayah, warga secara konsisten mengembangkan kegiatan yang ditujukan untuk menjaga kebersihan, meningkatkan ketahanan lingkungan, dan menghadapi dampak perubahan iklim.
“Semua keberhasilan dan program yang berjalan di RW 08 ini adalah buah dari kekompakan serta keguyuban warga. Kami ingin membuktikan bahwa permukiman padat pun bisa menjadi lingkungan yang asri, sehat, dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” kata Matroji.
Pengelolaan Sampah hingga Energi Surya
Salah satu kegiatan utama warga adalah pengelolaan sampah secara mandiri. Warga membudidayakan maggot, memanfaatkan komposter untuk mengolah sisa dapur rumah tangga, serta membuat cairan eko-enzim.
Pemuda Karang Taruna juga menjalankan gerakan “sedekah sampah”. Melalui kegiatan tersebut, mereka rutin mengumpulkan sampah terpilah sebanyak 400–500 kilogram setiap bulan.
Selain pengelolaan sampah, RW 08 Sukabumi Utara mengembangkan kemandirian energi dan sistem resapan air. Panel surya atau solar cell digunakan untuk penerangan fasilitas umum dan taman warga. Warga juga membuat puluhan lubang resapan biopori serta menampung air hujan yang dimanfaatkan untuk kolam gizi.
Program lainnya ialah Pilar 08, yakni inovasi layanan administrasi digital bagi warga. Layanan tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan akademisi Universitas Bina Nusantara atau Binus untuk memudahkan pelayanan secara gratis dan efisien.
Perkuat Ketahanan Lingkungan dan Kesehatan
Untuk meningkatkan ketahanan di permukiman padat, warga membentuk relawan pemadam kebakaran mandiri. Di bidang kesehatan lingkungan, kader Jumantik melakukan pengawasan secara rutin dua kali seminggu.
Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari upaya warga menjalankan aksi adaptasi dan mitigasi lingkungan. Program tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan kampung iklim tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi mencakup pengelolaan sampah, energi, air, pelayanan warga, keselamatan, dan kesehatan.
Pelaksana Tugas Camat Kebon Jeruk, Pangestu Aji, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan RW 08 dan keterlibatan aktif warga. Menurut dia, gerakan yang dikembangkan RW 08 menjadi contoh penerapan gotong royong yang mampu mengubah kondisi wilayah.
RW 08 Masuk Usulan Proklim Madya 2026
Ketua Tim Verifikator DLH DKI Jakarta, Susi Andriani, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga RW 08 Sukabumi Utara. Ia mengatakan wilayah tersebut masuk dalam 32 RW terpilih di DKI Jakarta yang diusulkan meraih predikat Proklim Madya 2026.
Menurut Susi, Proklim bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menyampaikan hal itu saat meninjau langsung lokasi aksi lingkungan di RW 08 Sukabumi Utara.
“Proklim bukan sekadar lomba, melainkan wujud apresiasi pemerintah atas kepedulian warga. Kami sangat tersentuh melihat tingginya partisipasi dan semangat keguyuban seluruh elemen warga RW 08 Sukabumi Utara dalam menjaga lingkungannya,” ujar Susi.
Verifikasi lapangan DLH DKI Jakarta menjadi bagian dari penilaian terhadap praktik lingkungan yang telah dijalankan warga. Berbagai program tersebut sekaligus memperlihatkan peran masyarakat dalam membangun permukiman yang asri, sehat, dan lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.













