Headline.co.id, Jakarta ~ Bank Indonesia mencatat total transaksi QRIS Antarnegara mencapai 25,67 juta transaksi dengan nilai Rp7,63 triliun hingga Juli 2026. Transaksi tersebut dilakukan oleh pengguna dari Indonesia dan negara mitra sejak QRIS Antarnegara pertama kali diimplementasikan pada 2022. Pengguna negara mitra yang bertransaksi di Indonesia menyumbang transaksi terbesar, yakni 21 juta transaksi senilai Rp5,90 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan penggunaan QRIS semakin luas untuk mendukung pembayaran lintas negara, terutama pada sektor pariwisata dan perdagangan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan, pengguna Indonesia yang bertransaksi di negara mitra mencatat 4,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun. Dengan demikian, nilai transaksi pengguna negara mitra di Indonesia lebih tinggi Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.
“Capaian transaksi QRIS Antarnegara menunjukkan semakin luasnya penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran lintas negara. Nilai transaksi pengguna negara mitra di Indonesia mencapai Rp5,90 triliun, lebih tinggi Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra,” ujar Filianingsih dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
QRIS Antarnegara Dukung Pariwisata dan Perdagangan
Bank Indonesia menilai capaian tersebut memperlihatkan peran QRIS Antarnegara dalam mendukung aktivitas ekonomi lintas negara. Pembayaran digital memberikan alternatif transaksi bagi wisatawan mancanegara selama berada di Indonesia sekaligus membantu pelaku usaha yang melayani wisatawan.
Konektivitas QRIS Antarnegara hingga Juli 2026 telah diperluas dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Perluasan ini meningkatkan cakupan masyarakat dari negara mitra yang dapat menggunakan QRIS saat melakukan pembayaran di Indonesia.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia juga dapat menggunakan konektivitas tersebut untuk bertransaksi di negara mitra. Bank Indonesia menyebut perluasan konektivitas menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.
Ekosistem Domestik Perkuat Transaksi QRIS
Pertumbuhan transaksi QRIS Antarnegara turut ditopang oleh semakin luasnya ekosistem QRIS di dalam negeri. Hingga Juli 2026, QRIS telah digunakan oleh 45,46 juta merchant. Sebanyak 96,69 persen dari merchant tersebut merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Besarnya ekosistem QRIS domestik memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara melalui QRIS Antarnegara. Pelaku usaha tidak perlu menyediakan sistem pembayaran baru untuk melayani transaksi tersebut.
Menurut Bank Indonesia, kondisi itu memperluas manfaat digitalisasi sistem pembayaran bagi sektor usaha. Penggunaan QRIS Antarnegara juga mendukung penerimaan devisa dari aktivitas wisatawan mancanegara yang melakukan transaksi di Indonesia.
Dengan semakin banyaknya merchant yang menggunakan QRIS, wisatawan dari negara mitra memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk melakukan pembayaran secara digital. Hal ini memperkuat keterhubungan sistem pembayaran lintas negara dan kegiatan ekonomi di tingkat usaha.
Bank Indonesia Siapkan Perluasan Konektivitas
Bank Indonesia menyatakan akan terus memperluas konektivitas QRIS Antarnegara dengan negara-negara mitra potensial. Perluasan tersebut akan diarahkan terutama kepada negara yang memiliki keterhubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.
Filianingsih mengatakan, pengembangan konektivitas pembayaran lintas negara akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing negara mitra. Penyesuaian itu diperlukan agar implementasi QRIS Antarnegara tetap mendukung kebutuhan transaksi di setiap negara.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara dengan tetap menyesuaikan implementasinya terhadap karakteristik masing-masing negara mitra. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, sekaligus memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan serta konektivitas ekonomi Indonesia di tingkat regional dan global,” kata Filianingsih.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















