Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Ekonom Minta BI Perluas Instrumen Stabilisasi Rupiah

Dani by Dani
41 minutes ago
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
393 30
A A
0
: Foto: Antara

Ekonom: BI Diminta Perluas Instrumen Stabilisasi Rupiah (Dok. Infopublik)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian meminta Bank Indonesia (BI) memperluas instrumen stabilisasi rupiah menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 22–23 September 2026. Menurut Fakhrul, stabilisasi rupiah tidak harus selalu dilakukan melalui perubahan suku bunga. Ia mendorong BI mengoptimalkan instrumen yang lebih spesifik untuk menghadapi tekanan dari global yield, harga minyak, dan risiko valuta asing. Usulan tersebut disampaikan Fakhrul dalam keterangannya pada Selasa (22/9/2026).

Contents

    • 0.1. Kementan Ungkap Dugaan Mafia di Balik Kelangkaan Beras Premium
    • 0.2. Indeks Menabung Konsumen Naik, Kemampuan Menabung Masih Tertekan
  • 1. Stabilisasi Rupiah Tidak Hanya Mengandalkan BI-Rate
  • 2. Pengalaman India Jadi Referensi Pengelolaan Risiko Valuta Asing
  • 3. Insentif Perlu Memperhitungkan Durasi Penempatan Dana
  • 4. Tekanan Eksternal Perlu Dibedakan dari Masalah Fundamental

Fakhrul menyebut sejumlah instrumen yang dapat digunakan BI, lain foreign exchange swap (FX swap), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), pengelolaan likuiditas, serta kebijakan arus modal asing.

You might also like

: Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menegaskan adanya mafia yang bermain di balik persoalan beras di pasaran. Pernyataan tersebut disampaikan saat beras premium dilaporkan langka di sejumlah ritel, padahal stok beras nasional berada dalam kondisi melimpah. (Dok. Kementan)

Kementan Ungkap Dugaan Mafia di Balik Kelangkaan Beras Premium

22 September 2026
: Dok. LPS

Indeks Menabung Konsumen Naik, Kemampuan Menabung Masih Tertekan

22 September 2026

Stabilisasi Rupiah Tidak Hanya Mengandalkan BI-Rate

Menurut Fakhrul, penggunaan suku bunga sebagai satu-satunya instrumen stabilisasi dapat meningkatkan biaya bagi seluruh perekonomian. Karena itu, kebijakan perlu disesuaikan dengan sumber tekanan yang dihadapi rupiah.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

“Tidak semua masalah rupiah harus dibayar dengan suku bunga yang lebih mahal bagi seluruh perekonomian. Kalau sumber tekanannya terutama berasal dari global yield, minyak, dan tingginya risiko valuta asing, instrumennya juga harus lebih spesifik terhadap sumber masalah tersebut,” ujar Fakhrul.

Arah tersebut, kata dia, sejalan dengan bauran kebijakan BI. Dalam RDG pada 18–19 Agustus 2026, BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen dan memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk modal asing serta memperkuat stabilitas nilai tukar.

BI juga memperluas transaksi instrumen swap lindung nilai untuk dana pinjaman luar negeri dan foreign direct investment (FDI) yang masuk sejak 1 Juli 2026.

Fakhrul menilai kebijakan tersebut menunjukkan stabilisasi rupiah dapat dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari harga uang, risiko valuta asing, hingga ketersediaan likuiditas domestik.

“BI mulai memisahkan harga uang, harga risiko valuta asing, dan ketersediaan likuiditas domestik. Tidak semua persoalan harus diselesaikan melalui BI-Rate,” katanya.

Untuk RDG September, Fakhrul memperkirakan BI mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen. Namun, ia meminta pasar tidak hanya mencermati keputusan suku bunga, tetapi juga arah instrumen pendukung stabilisasi rupiah.

Pengalaman India Jadi Referensi Pengelolaan Risiko Valuta Asing

Fakhrul menilai kebijakan Reserve Bank of India (RBI) dapat menjadi salah satu referensi bagi BI dalam merancang instrumen pengelolaan risiko valuta asing. Pada Juni 2026, RBI memperkenalkan fasilitas forex swap dengan skema insentif lindung nilai untuk menarik sumber dana valuta asing.

Berdasarkan data terbaru dalam bahan keterangan tersebut, fasilitas itu menarik sekitar USD143,6 miliar hingga 18 September 2026. Sebagian besar dana berasal dari FCNR(B), sedangkan Overseas Foreign Currency Borrowings dan External Commercial Borrowings turut berkontribusi.

Namun, arus masuk valuta asing dalam jumlah besar juga meningkatkan likuiditas domestik. Kondisi itu membuat RBI perlu melakukan operasi penyerapan likuiditas.

Fakhrul mengatakan pengalaman India menunjukkan instrumen untuk menarik valuta asing perlu dirancang bersamaan dengan strategi pengelolaan likuiditas setelah dana masuk.

“India menunjukkan bahwa bank sentral bukan hanya dapat memengaruhi harga uang, tetapi juga harga risiko valuta asing dan waktu masuknya modal. Investor yang menunggu memperoleh lebih banyak informasi, tetapi kalau fasilitasnya temporer, menunggu juga berarti kehilangan insentif,” ujar Fakhrul.

Ia menegaskan Indonesia tidak perlu menyalin kebijakan India secara utuh. Menurut dia, BI dapat mempertimbangkan penguatan sementara terhadap fasilitas lindung nilai yang sudah tersedia, terutama bagi fresh money dengan karakteristik tertentu.

Insentif Perlu Memperhitungkan Durasi Penempatan Dana

Fakhrul mengusulkan agar skema penguatan fasilitas lindung nilai bersifat sementara, memiliki batas, dan memperhitungkan durasi penempatan dana. Pendanaan luar negeri perbankan berjangka panjang, parent-bank funding, FDI, serta investasi portofolio berjangka panjang, menurut dia, dapat memperoleh insentif yang berbeda dari modal jangka pendek.

“Prinsipnya sederhana: semakin lama modal bersedia tinggal di Indonesia, semakin besar currency-risk intermediation yang dapat diberikan BI. Desainnya bisa berupa short entry window, longer holding incentive, dan staggered exit,” katanya.

Ia mengingatkan, desain kebijakan diperlukan agar insentif valuta asing tidak menimbulkan tekanan baru ketika fasilitas berakhir. Tekanan dapat kembali muncul apabila investor masuk secara bersamaan saat fasilitas dibuka dan keluar hampir bersamaan setelah fasilitas ditutup.

Karena itu, struktur insentif perlu mempertimbangkan lama penempatan modal dan pola keluarnya dana. Bank sentral juga perlu menyiapkan instrumen sterilisasi agar tambahan likuiditas tidak menimbulkan ketidakseimbangan di pasar keuangan.

Fakhrul turut mengingatkan risiko fasilitas yang terlalu murah atau berlangsung terlalu lama. Menurut dia, kondisi tersebut dapat mendorong carry trade dan mengurangi insentif pelaku pasar untuk mengembangkan mekanisme lindung nilai secara mandiri.

“Indonesia perlu belajar dari arsitektur India, bukan sekadar menyalin kebijakannya. Fasilitas ini harus menjadi jembatan ketika pasar mengalami dislokasi, bukan menggantikan mekanisme pasar secara permanen,” ujarnya.

Tekanan Eksternal Perlu Dibedakan dari Masalah Fundamental

Fakhrul menilai instrumen temporary FX facility harus didasarkan pada diagnosis sumber tekanan. Kebijakan tersebut dinilai lebih relevan ketika tekanan berasal dari ketidakpastian eksternal yang bersifat sementara, bukan ketika investor menarik dana karena memburuknya fundamental domestik.

“Temporary FX facility bekerja ketika modal sedang menunggu. Ia tidak akan bekerja ketika modal pergi karena suatu alasan fundamental. Kalau yield sudah menarik dan hedging sudah lebih murah tetapi investor tetap tidak datang, masalahnya harus didiagnosis ulang, bukan subsidinya yang terus diperbesar,” katanya.

Dengan demikian, RDG September menjadi momentum bagi pasar untuk mencermati kombinasi instrumen moneter, valuta asing, likuiditas, dan kebijakan arus modal yang akan ditempuh BI.

“BI-Rate bukan satu-satunya garis pertahanan rupiah. Yang kita perlukan bukan sekadar modal yang masuk lebih banyak, tetapi modal yang datang lebih awal, tinggal lebih lama, dan keluar secara lebih teratur,” tutup Fakhrul.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: berita jakartaEkonomHeadlineJakartaKepala

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Dani

Dani

Related Stories

: Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menegaskan adanya mafia yang bermain di balik persoalan beras di pasaran. Pernyataan tersebut disampaikan saat beras premium dilaporkan langka di sejumlah ritel, padahal stok beras nasional berada dalam kondisi melimpah. (Dok. Kementan)

Kementan Ungkap Dugaan Mafia di Balik Kelangkaan Beras Premium

by Wawan
22 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kelangkaan beras premium di sejumlah ritel tidak semestinya terjadi karena stok...

: Dok. LPS

Indeks Menabung Konsumen Naik, Kemampuan Menabung Masih Tertekan

by Lia
22 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Agustus 2026 menguat 1,6 poin secara bulanan menjadi 79,4, berdasarkan Hasil Survei...

: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Organisasi Buruh Internasional (ILO) mendorong terciptanya kondisi kerja layak bagi awak kapal perikanan, sebagai bagian dari upaya mencegah praktik Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing). (Dok. KKP)

KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan Cegah IUU Fishing

by Lia
22 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Organisasi Buruh Internasional (ILO) mendorong perlindungan awak kapal perikanan melalui penerapan...

: Warga melakukan pembayaran transaksi digital melalui QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) di salah satu merchant CIMB Niaga di Tulungagung , Jawa Timur, Kamis (21/8/2025). Bank Indonesia melaporkan volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS hingga akhir Juli 2025 terus tumbuh pesat sebesar 162,77 persen (yoy) seiring peningkatan jumlah pengguna dan merchant. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nz)

QRIS Antarnegara Capai Rp7,63 Triliun hingga Juli 2026

by Lia
22 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Bank Indonesia mencatat total transaksi QRIS Antarnegara mencapai 25,67 juta transaksi dengan nilai Rp7,63 triliun hingga Juli...

: Indonesia melalui inovasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara meraih “50-in-5 Awards 2026" kategori Kolaborasi yang diselenggarakan oleh Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop. (Dok. Bank Indonesia)

QRIS Antarnegara Raih Penghargaan Global di UNGA 81

by Ari Wibowo muhammad
22 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ QRIS Antarnegara meraih penghargaan “50-in-5 Awards 2026” kategori Kolaborasi dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event di New York,...

: Istimewa

Kepercayaan Publik Jadi Fondasi Pengembangan AI di Indonesia

by Fajar
22 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kepercayaan publik menjadi fondasi penting dalam pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia....

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Pemko Banda Aceh Dorong Santri Cintai Lingkungan Melalui Penghijauan

Pemko Banda Aceh Dorong Santri Cintai Lingkungan Melalui Penghijauan

21 January 2026

Presiden Terima Pansel Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner OJK

7 March 2022
:

Desimba Pragaan Perkuat Desa Hadapi Ancaman Kebakaran Lahan

19 September 2026
Perpanjangan Seleksi Komisaris, Tujuh Kandidat Direksi PT SPR Lolos Tahap Awal

Perpanjangan Seleksi Komisaris, Tujuh Kandidat Direksi PT SPR Lolos Tahap Awal

17 April 2026
Perkuat Sinergi TNI-Polri, Ditlantas Polda Kaltim Beri Edukasi Keselamatan kepada Jajaran Kodam VI

Ditlantas Polda Kaltim dan Kodam VI Mulawarman Sinergi Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

1 September 2026
Pemda Diminta Tak Tinggal Diam, Tomsi Tohir Desak Langkah Konkret Kendalikan Inflasi Daerah

Pemda Diminta Tak Tinggal Diam, Tomsi Tohir Desak Langkah Konkret Kendalikan Inflasi Daerah

1 July 2025
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Wilayah Sumur, Banten

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Wilayah Sumur, Banten

15 April 2026

Artikel Terbaru

Polisi Tangkap Satu Terduga Pelaku Pencurian Kapal Pesiar WNA Jerman

Pencurian Kapal Pesiar WNA Jerman di Sorong, 1 Ditangkap

22 September 2026
HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Korlantas Polri Anjangsana ke Irjen Pol (Purn) Refdi Andri

HUT ke-71, Korlantas Polri Anjangsana ke Refdi Andri

22 September 2026
: Duta Genre Indonesia 2026 membacakan ikrar dalam Sashing Ceremony Duta GenRe Indonesia 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Senin (21/9/2026). (Kemendukbangga)

Wamendukbangga Minta Duta GenRe Rangkul Remaja Tanpa Menghakimi

22 September 2026
: Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja menghadiri pembukaan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Senin (21/9/2026). (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Bawaslu: Mahasiswa Berperan Kawal Penegakan Hukum Pemilu

22 September 2026
Minum Susu Pagi vs Malam, Mana yang Lebih Sehat?

Waktu Minum Susu yang Tepat: Pagi, Malam, atau Usai Olahraga?

22 September 2026
Polda Jambi Gunakan 1.400 Liter Cairan X-Fire untuk Percepat Penanganan Karhutla di Taman Nasional Berbak

Penanganan Karhutla Polda Jambi di Berbak Pakai 1.400 Liter X-Fire

22 September 2026
: Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menegaskan adanya mafia yang bermain di balik persoalan beras di pasaran. Pernyataan tersebut disampaikan saat beras premium dilaporkan langka di sejumlah ritel, padahal stok beras nasional berada dalam kondisi melimpah. (Dok. Kementan)

Kementan Ungkap Dugaan Mafia di Balik Kelangkaan Beras Premium

22 September 2026

Popular Story

Gempa Bumi Bermagnitudo 4,0 Guncang Maluku Barat Daya
Nasional

Gempa Bumi Magnitudo 4,0 Guncang Maluku Barat Daya

by Fajar
17 September 2026
0

Headline.co.id, Maluku Barat Daya ~ Gempa bumi bermagnitudo 4,0 mengguncang wilayah timur...

Read moreDetails

BYD Atto 2 2027 Meluncur di China, Jarak Tempuh Naik 501 Km dengan Harga Rp 200 Jutaan

Huntap Balai Gadang Padang Mulai Dibangun, 340 Unit Disiapkan

Korlantas Polri Salurkan 250 Paket Bansos untuk Korban Kebakaran Muara Angke

Kabut Asap Pekanbaru Kembali Memburuk, Warga Diminta Pakai Masker

Wamenhan Hadiri Raker DPR Bahas Penyesuaian RKA Kemhan-TNI 2027

Pusat Studi UNRI Perkuat Green Policing Hadapi Karhutla

SDA Pilot Changan Masuk Tahap Produksi, Nevo Q06 Jadi Model Pertama dengan Teknologi ADAS Ultra

Jargas Menganti Rampung, 7.363 Rumah Tunggu Operasional

Konflik Yaman Memanas, Houthi Klaim Saudi Lancarkan 26 Serangan dalam 24 Jam

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.