Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Motu Technology menyiapkan ekspansi besar di Indonesia dengan menargetkan pembangunan sekitar 140 titik dealer sekaligus mempersiapkan pemasaran motor listrik mulai tahun depan. Perusahaan teknologi kendaraan listrik berbasis di Nanjing, China, itu melihat besarnya jumlah pengguna sepeda motor dan dorongan pemerintah terhadap kendaraan listrik sebagai peluang untuk memperluas bisnis di Tanah Air. Strategi tersebut dijalankan melalui penguatan jaringan penjualan, pengembangan teknologi, serta perluasan lini produk SPORT EV. Saat ini, Motu masih berfokus pada produk sepeda listrik sebelum memasuki pasar motor listrik.
Komisaris sekaligus Brand Ambassador Motu Technology M. Yassin Kosasih mengatakan kehadiran perusahaan di Indonesia sejalan dengan arah pengembangan kendaraan listrik yang didorong pemerintah. Menurut dia, kendaraan listrik roda dua dipandang sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan industri nasional.
'Pemerintah Indonesia secara konsisten menjadikan kendaraan listrik roda dua sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Pada 13 Agustus 2026, dalam acara peluncuran motor listrik nasional, Presiden Prabowo secara langsung menghimbau masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, karena kendaraan listrik merupakan salah satu arah penting dalam perkembangan industri nasional,' ujar Yassin.
Motu Melihat Peluang Besar Pasar Kendaraan Listrik Indonesia
Yassin menilai Indonesia memiliki potensi besar karena jumlah pengguna sepeda motor konvensional mencapai puluhan juta. Kondisi itu, ditambah dorongan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik, menjadi dasar keyakinan perusahaan dalam membidik pertumbuhan pasar kendaraan listrik roda dua.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
'Mereka melihat potensi Indonesia sangat menjanjikan. Kita punya puluhan juta motor biasa. Jadi, kenapa Motu menyasar Indonesia? Karena kita punya keyakinan pangsa pasar yang menjanjikan, ditambah adanya dorongan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik,' katanya.
Dorongan penggunaan kendaraan listrik juga datang dari Presiden Prabowo Subianto yang mendorong masyarakat beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Dalam bahan yang disampaikan perusahaan, penggunaan motor listrik disebut berpotensi menekan biaya mobilitas harian dengan penghematan setidaknya 50 persen dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
SPORT EV Jadi Fondasi Produk Motu
Co-Founder & General Manager MOTU Technology Group Indonesia Li Peng mengatakan produk menjadi fondasi utama dalam membangun identitas sebuah merek. Konsep SPORT EV atau SEV kemudian dikembangkan sebagai penerjemahan strategi tersebut ke dalam desain, teknologi, performa, dan pengalaman berkendara.
'Kami percaya bahwa produk adalah fondasi dari sebuah brand. Karena itu, kami tidak hanya ingin membuat produk yang dapat digunakan, tetapi produk yang memiliki karakter, mudah dikenali, dan mampu memberikan pengalaman yang berbeda kepada penggunanya. SPORT EV adalah cara kami menerjemahkan pemikiran tersebut ke dalam produk,' ujar Li Peng.
SPORT EV dikembangkan berdasarkan tiga prinsip utama, yaitu User Sync, Different, dan Superior Performance. Dari sisi desain, Motu memadukan unsur Mecha, konsep Eagle Eye, serta pendekatan CMF atau Color, Material, Finish.
Karakter SPORT EV diterjemahkan ke dalam lima pilar, meliputi tampilan modern dan futuristis, penggunaan material bernuansa balap, performa sporty untuk kebutuhan sehari-hari, fitur pintar yang fungsional, serta ruang personalisasi yang luas bagi pengguna.
Motu Kembangkan 21 Teknologi untuk SPORT EV
Untuk memperkuat konsep SPORT EV, Motu mengembangkan 21 teknologi yang dikelompokkan dalam Super Sport Performance dan Super Intelligent System. Kelompok Super Sport Performance mencakup SEV Dynamic Dashboard, Racing Headlight Protection, NOS Power Assistance, Hazard Light, ASE Simulated Racing Sound, Cyber Eagle Eye DRL, Bluetooth Audio, RGB Dynamic Lighting, 3DM Riding Modes, dan KSS Side-Stand Power Cut Protection.
Sementara itu, Super Intelligent System mencakup EABS, Auto-P, HSA, TCS, ARS One-Key Fault Repair, HDC, SBU Bluetooth Start, GPS Positioning, A-SEAT Automatic Seat, NFC Unlock, serta CCS Cruise Control.
Motu juga menargetkan peningkatan kemampuan pengembangan teknologi secara mandiri. Rasio teknologi yang dikembangkan secara internal ditargetkan meningkat bertahap dari 60 persen menjadi 80 persen, sebelum akhirnya mencapai 100 persen seiring perkembangan divisi riset dan pengembangan perusahaan.
Portofolio Produk Motu Diperluas Bertahap
Identitas SPORT EV telah diterapkan pada sejumlah lini produk dengan karakter berbeda. T Series terdiri dari TT, T5, dan T6, sementara M Series mencakup M3, M5, dan M5B. O Series menawarkan pendekatan desain berbeda melalui model 02 Nailoong Edition dan 04.
Ekspansi portofolio juga disiapkan secara bertahap. Model T3 dan T4 dipersiapkan memasuki tahap transisi pada Oktober. Fase berikutnya untuk M Series dan O Series dijadwalkan mulai bergulir pada 1 Oktober, kemudian disusul T Series pada 1 November.
Model ADV, X7, dan X1 diproyeksikan hadir pada Desember. Setelah itu, generasi kedua SPORT EV, termasuk M6, direncanakan meluncur setelah Idul Fitri 2027.
Target 140 Dealer dan Motor Listrik Mulai Tahun Depan
Selain memperluas produk, Motu menyiapkan pembangunan jaringan dealer di berbagai wilayah Indonesia. Yassin mengatakan perusahaan membidik sekitar 140 titik dealer yang tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penjualan, tetapi juga memiliki identitas dan tampilan yang dibuat seragam.
'Motu akan membangun beberapa dealer di Indonesia, sekitar 140 titik. Motu punya prototype, bukan sekadar prototype, tetapi juga memberikan identitas sendiri. Tokonya akan dibuat lebih seragam,' ujar Yassin.
Untuk tahap saat ini, Motu masih memusatkan bisnisnya pada sepeda listrik. Pengembangan dan pemasaran motor listrik ditargetkan mulai dilakukan tahun depan.
'Baru saat ini sepeda listrik, dan tahun depan baru motor listrik,' kata Yassin.
Motu juga memasang target peningkatan posisi dalam persaingan penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Menurut Yassin, perusahaan saat ini berada di posisi kelima dalam hal penjualan dan menargetkan dapat meningkatkan peringkat hingga bersaing di posisi teratas pada akhir tahun depan atau 2028.
'Motu sudah ada di posisi kelima dalam hal penjualan. Kita punya keyakinan, akhir tahun depan atau 2028 Motu akan naik ranking dan berani bersaing di posisi kesatu dalam hal penjualan,' ujar Yassin.
Untuk mengejar sasaran tersebut, perusahaan akan melanjutkan pengembangan teknologi dan peningkatan fitur produknya. Yassin menyatakan Motu optimistis dapat bersaing dengan produk lain melalui pengembangan teknologi dan fitur yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.
'Untuk pengembangan teknologi dan improve, kita bisa bersaing dengan produk lain. Dengan fitur yang menarik, kita berani bersaing di Indonesia,' pungkasnya.



















