Headline.co.id, Probolinggo ~ Pemerintah Kota Probolinggo memperpanjang kerja sama layanan keimigrasian dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Unit Kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang. Penandatanganan perpanjangan kerja sama berlangsung di Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026). Kerja sama ini diperpanjang untuk memperkuat pelayanan keimigrasian di daerah seiring rencana pengembangan kota, termasuk sektor pelabuhan, konektivitas, dan pariwisata.
Perpanjangan kerja sama layanan keimigrasian tersebut dilakukan setelah masa berlaku perjanjian sebelumnya berakhir. Pemerintah Kota Probolinggo bersama jajaran Imigrasi kemudian melakukan koordinasi dan pembahasan untuk memastikan pelayanan keimigrasian tetap berlanjut.
Kerja Sama Keimigrasian Dilanjutkan
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo, Diah Sajekti, mengatakan perjanjian yang diperpanjang merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sebelumnya telah terjalin Pemkot Probolinggo dan jajaran Imigrasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Hari ini kita tindak lanjuti kembali melalui perpanjangan kerja sama,” ujar Diah.
Direktur Kerja Sama dan Bina Perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi, Buono Adi Sucipto, menjelaskan bahwa perpanjangan dilakukan setelah periode kerja sama sebelumnya berakhir. Menurut dia, proses tersebut didahului koordinasi dan pembahasan Pemerintah Kota Probolinggo dan jajaran Imigrasi.
“Setelah periode kerja sama sebelumnya berakhir, dilakukan pembahasan dan koordinasi kembali Pemerintah Kota Probolinggo dengan jajaran Imigrasi. Hari ini kita melakukan penandatanganan perpanjangan sebagai dasar keberlanjutan sinergi,” jelas Buono.
Penguatan Layanan untuk Pengembangan Kota
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengatakan penguatan layanan keimigrasian diperlukan seiring dengan rencana pengembangan Kota Probolinggo. Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah pelabuhan yang direncanakan berkembang menjadi pelabuhan dagang dan ekonomi khusus.
“Tujuannya untuk pelayanan kita meningkat dan nantinya pelabuhan menjadi pelabuhan dagang, ekonomi khusus. Kita butuh penguatan dari segi keimigrasian,” kata Aminuddin.
Menurut Aminuddin, perkembangan konektivitas dan sektor pariwisata dapat meningkatkan mobilitas masyarakat serta wisatawan. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan kebutuhan pelayanan keimigrasian sehingga perlu dipersiapkan melalui sinergi pemerintah daerah dan jajaran Imigrasi.
“Dalam waktu dekat bisa clear ya. Kita coba mengembangkan kota itu naik kelas. Contoh ya kereta commuter, wisatawan meningkat, sedikit banyak bersinggungan dengan keimigrasian,” ujarnya.
Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Wisatawan
Perpanjangan perjanjian kerja sama menjadi dasar keberlanjutan sinergi Pemkot Probolinggo dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan layanan keimigrasian di wilayah Kota Probolinggo.
Pemkot Probolinggo berharap keberlanjutan kerja sama itu dapat mengantisipasi kebutuhan layanan keimigrasian yang muncul seiring perkembangan konektivitas, pariwisata, dan aktivitas pelabuhan. Mobilitas masyarakat dan wisatawan menjadi salah satu hal yang turut dipertimbangkan dalam penguatan pelayanan tersebut.
Dengan perpanjangan ini, koordinasi Pemerintah Kota Probolinggo dan jajaran Imigrasi kembali memiliki dasar kerja sama untuk melanjutkan sinergi pelayanan keimigrasian di daerah.
















