Headline.co.id, Bener Meriah ~ Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bener Meriah mendorong perempuan Gayo mengembangkan bisnis kopi di daerah tersebut. Dorongan itu disampaikan Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Bener Meriah, Hasra, dalam pelatihan “Penguatan Bisnis Kopi” di Redelong, Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) atau Yayasan Perempuan Aceh untuk Perdamaian itu diikuti 20 perempuan yang bergerak di sektor kopi. Penguatan kapasitas dilakukan agar perempuan tidak hanya terlibat dalam produksi, tetapi juga mampu mengembangkan usaha melalui pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan pengembangan produk kopi.
Perempuan Gayo Didorong Perluas Peran dalam Bisnis Kopi
Pelatihan tersebut mempertemukan perempuan dari berbagai latar belakang di sektor kopi. Peserta terdiri atas petani kopi, pelaku usaha, serta perempuan yang terlibat dalam pengolahan dan pengembangan produk kopi.
Menurut Hasra, perempuan Gayo memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi kopi. Potensi itu dapat dikembangkan dengan memperluas ruang keterlibatan perempuan di sepanjang rantai usaha kopi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Peran perempuan, kata dia, tidak harus berhenti pada proses produksi. Keterlibatan tersebut dapat berlanjut ke pengolahan, pemasaran, pengemasan, hingga pengembangan usaha berbasis kopi.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan ekonomi, khususnya melalui potensi kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan Gayo. Karena itu, kemampuan dan pengetahuan perempuan dalam mengelola usaha perlu terus diperkuat,” ujar Hasra.
Pelatihan Perkuat Pengetahuan dan Keterampilan
Hasra berharap pelatihan “Penguatan Bisnis Kopi” dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada para peserta. Bekal tersebut diharapkan membantu perempuan mengembangkan usaha kopi secara lebih kreatif dan berkelanjutan.
Penguatan kapasitas dinilai penting karena keterlibatan dalam bisnis kopi mencakup lebih dari sekadar kegiatan produksi. Perempuan juga perlu memiliki kemampuan untuk mengolah produk, menyusun pengemasan, memasarkan hasil usaha, dan mengembangkan bisnis berbasis kopi.
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha masing-masing. Pengembangan itu diarahkan agar keterlibatan perempuan dalam sektor kopi menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong perempuan agar memiliki peran yang lebih besar dalam ekonomi kopi di Bener Meriah. Pelibatan perempuan secara lebih luas diharapkan memperkuat usaha yang dibangun dari potensi kopi Gayo.
Peluang Pembentukan Usaha Bersama dan Koperasi
Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha perempuan, pelatihan itu diharapkan membuka peluang terbentuknya usaha bersama maupun koperasi. Pembentukan kelembagaan tersebut dinilai dapat memperkuat posisi perempuan dalam rantai ekonomi kopi.
Usaha bersama maupun koperasi dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki di sektor kopi. Keterlibatan dalam kelembagaan juga diharapkan mendorong perempuan tidak hanya berperan sebagai bagian dari produksi, tetapi turut mengembangkan usaha.
Dinas Koperasi dan UKM Bener Meriah menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan dalam pengembangan bisnis kopi. Upaya itu diarahkan agar perempuan Gayo dapat mengambil peran lebih besar dalam usaha yang berkaitan dengan komoditas unggulan tersebut.
Melalui penguatan kapasitas dan peluang pengembangan usaha, keterlibatan perempuan diharapkan berkembang dari rantai produksi menuju kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah. Peran tersebut mencakup pengolahan, pengemasan, pemasaran, serta pengembangan produk dan usaha berbasis kopi.














