Highlight Berita:
Headline.co.id, Ayutthaya ~ Skandal biksu viral di Thailand kembali mengguncang perhatian publik setelah Phra Wachirayan, 66 tahun, mantan kepala biara Wat Phutthaisawan di Ayutthaya, ditangkap polisi pada Kamis (10/9/2026). Penangkapan dilakukan dalam penyidikan dugaan penggelapan dan pencucian uang terkait dana kuil yang nilainya mencapai sekitar US$2,8 juta atau puluhan miliar rupiah. Seorang perempuan berusia 47 tahun ikut ditangkap karena diduga membantu mengalihkan dan menyembunyikan uang. Perkara tersebut semakin disorot setelah rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan keduanya melakukan hubungan seksual di kediaman sang biksu tersebar luas.
Kasus ini tidak hanya berkaitan dengan dugaan pengelolaan dana kuil, tetapi juga menyentuh aspek disiplin kehidupan keagamaan biksu Buddha di Thailand. Para biksu terikat sumpah untuk hidup selibat dan meninggalkan kepemilikan harta benda duniawi, sehingga dugaan hubungan seksual dan perkara keuangan yang muncul bersamaan membuat kasus Phra Wachirayan mendapat perhatian luas.
Rekaman CCTV Membuat Kasus Semakin Disorot
Rekaman kamera pengawas yang bocor disebut memperlihatkan Phra Wachirayan bersama perempuan yang kini ikut ditangkap sedang berhubungan seksual di atas sebuah meja di tempat tinggal mantan kepala biara tersebut. Rekaman itu kemudian ditayangkan secara luas di berbagai media Thailand dan beredar di media sosial.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dugaan hubungan tersebut menjadi bagian yang membuat perkara semakin sensitif. Dalam tradisi kehidupan monastik Buddha di Thailand, biksu diwajibkan menjaga selibat sebagai bagian dari sumpah keagamaan.
Setelah ditangkap, Phra Wachirayan disebut dicopot dari statusnya sebagai biksu atau menjalani proses pelepasan jubah keagamaan. Proses hukum terhadap dirinya tetap berlanjut atas dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki kepolisian.
Perempuan 47 Tahun Diduga Membantu Menyembunyikan Dana
Perempuan berusia 47 tahun yang ditangkap bersama Phra Wachirayan tidak hanya dikaitkan dengan dugaan hubungan seksual. Polisi juga menuduh perempuan tersebut membantu mengalihkan dan menyembunyikan uang yang diduga berasal dari penggelapan dana kuil.
Kepolisian mulai menyelidiki Phra Wachirayan sejak pertengahan Juli setelah menerima laporan anonim. Laporan itu menuduh mantan kepala biara melakukan pelanggaran hukum sekaligus menyalahgunakan dana yang berkaitan dengan Wat Phutthaisawan.
Pattanasak Bupphasuwan, kepala penyidik sekaligus Komandan Divisi Penindakan Kejahatan Kepolisian Thailand, mengatakan Phra Wachirayan menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk penggelapan dan pencucian uang.
Dana Renovasi dan Penjualan Jimat Dipersoalkan
Dalam penelusuran keuangan, penyidik menemukan dua aliran dana yang seharusnya berkaitan dengan rekening kuil. Dana pertama berjumlah sekitar 89 juta baht atau Rp47,3 miliar dan merupakan sumbangan untuk renovasi Wat Phutthaisawan.
Dana lainnya sekitar 2,8 juta baht atau Rp1,4 miliar berasal dari pembayaran jimat Buddha serta benda-benda sakral lainnya. Polisi menyatakan kedua aliran uang tersebut tidak pernah masuk ke rekening resmi kuil.
“Uang dari kedua aliran dana tersebut tidak masuk ke rekening kuil — tidak satu Baht pun,” kata Pattanasak.
Phra Wachirayan sendiri dikenal sebagai tokoh pembuat jimat. Ia sebelumnya dikenal sebagai Luang Pho Atichot dan memiliki pengikut dari berbagai kalangan. Wat Phutthaisawan merupakan biara kerajaan terkemuka yang pengikutnya mencakup pejabat pemerintah, pengusaha, polisi, dan personel militer.
Nama Phra Wachirayan juga dikenal di kalangan elite Thailand. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul disebut pernah mengenakan jimat hasil karya mantan kepala biara tersebut.
Skandal Memicu Sorotan terhadap Kepercayaan Publik
Penyelidikan tidak berhenti pada aliran dana. Polisi telah menyita aset sekitar 215 juta baht atau Rp114,4 miliar yang terdiri atas 16 kilogram emas batangan dan perhiasan serta 28 sertifikat tanah. Status kepemilikan seluruh aset tersebut masih diperiksa untuk menentukan mana yang merupakan aset pribadi dan mana yang berkaitan dengan kuil.
Komisioner Central Investigation Bureau, Nattasak Chaowanasai, mengatakan penyidikan akan diperluas untuk mengidentifikasi kemungkinan pihak lain yang terlibat. “Kami akan memperluas penyelidikan untuk mengidentifikasi orang lain yang terlibat dan memulihkan kepercayaan publik terhadap agama Buddha,” kata Nattasak.
Kasus Phra Wachirayan menjadi skandal terbaru yang menerpa kalangan biksu senior Thailand. Sebelumnya, skandal seks dan pemerasan yang melibatkan sejumlah biksu senior juga memicu kemarahan masyarakat. Rangkaian perkara tersebut kemudian menimbulkan seruan agar pengawasan terhadap pengelolaan keuangan kuil diperketat.
Polisi masih menelusuri aset, pergerakan dana, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dengan penyidikan yang terus berlangsung, perkara biksu viral tersebut kini tidak hanya menjadi kasus dugaan pelanggaran individu, tetapi juga memperbesar perhatian publik terhadap transparansi pengelolaan dana lembaga keagamaan.



















