Headline.co.id, Bandung (Kemenag) — Inspektorat V pada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama memantau proyek pembangunan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung sejak tahap perencanaan. Pengawalan terhadap proyek BLU UIN Bandung yang menggunakan anggaran Badan Layanan Umum (BLU) Tahun Anggaran 2026 itu dilakukan untuk mendeteksi serta memitigasi risiko yang dapat memengaruhi mutu, waktu, dan anggaran. Pemantauan berlangsung di Kampus I dan Kampus II UIN SGD Bandung melalui pengamatan kondisi faktual, telaah dokumen, serta permintaan keterangan kepada pihak terkait.
Tiga paket pembangunan menjadi objek pendampingan Inspektorat V. Paket tersebut meliputi pembangunan pedestrian dan saluran Bangunan SBSN serta Gedung Laboratorium Pendidikan di Kampus II. Selain itu, pendampingan mencakup pembangunan lift gedung, dua unit perpustakaan, dan Laboratorium Terpadu di Kampus I UIN SGD Bandung.
Dari tiga paket tersebut, dua paket masih berada pada tahap perencanaan dan tender. Sementara itu, paket pembangunan lift, perpustakaan, dan laboratorium telah memasuki tahap konstruksi sejak 27 Agustus 2026.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mitigasi Risiko Dilakukan Sejak Awal
Inspektur V Itjen Kemenag Muhammad Iqbal mengatakan, pengawalan proyek BLU UIN Bandung diarahkan untuk mengantisipasi potensi persoalan sejak awal pelaksanaan. Pendampingan juga dilakukan dengan memberikan masukan perbaikan pada setiap tahapan pembangunan.
“Pendampingan ini untuk mendeteksi risiko sejak awal dan memberikan masukan perbaikan agar proyek berjalan efektif dan efisien,” ujar Muhammad Iqbal di Bandung, Jumat (11/9/2026).
Tim Inspektorat V menggunakan hasil pengamatan, telaah dokumen, dan permintaan keterangan sebagai dasar pemberian masukan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari mitigasi terhadap kendala yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan pembangunan.
Pemantauan sejak tahap perencanaan memungkinkan aspek-aspek yang berkaitan dengan pembangunan diperiksa sebelum seluruh paket memasuki tahapan berikutnya. Dengan cara itu, masukan perbaikan dapat diberikan sesuai dengan kondisi dan dokumen yang telah ditelaah.
Pendampingan Mencakup Aspek Teknis dan Keuangan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muhammad Irfan menyebut pendampingan terhadap proyek BLU UIN Bandung mencakup sejumlah aspek. Ruang lingkupnya meliputi perencanaan, administrasi, teknis, keuangan, hingga kepatuhan terhadap regulasi.
Masukan dan mitigasi risiko diberikan agar pelaksanaan pembangunan tetap mengacu pada target mutu, waktu, dan anggaran yang telah ditetapkan. Pendampingan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan kepatuhan, tetapi juga pengendalian terhadap pelaksanaan proyek.
Muhammad Iqbal menegaskan, pengawasan yang dilakukan Inspektorat V juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi pembangunan di UIN SGD Bandung.
“Misi pendampingan ini memberikan nilai tambah, masukan, dan perbaikan pada aspek yang belum optimal,” tegasnya.
UIN SGD Bandung Apresiasi Pengawalan
Wakil Rektor II UIN SGD Bandung Tedi Priatna mengapresiasi keterlibatan Itjen sejak tahap awal pembangunan. Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi bagian dari deteksi dini agar proyek berjalan sesuai target dan selesai tepat waktu.
Pendampingan dilakukan ketika sebagian paket masih berada pada tahap perencanaan dan tender, sementara paket lainnya telah memasuki tahap konstruksi. Perbedaan tahapan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk memberikan masukan sesuai dengan proses pembangunan yang sedang berlangsung.
Inspektorat V menyatakan pemantauan sejak awal merupakan bagian dari upaya membantu pengendalian risiko pembangunan. Melalui pendekatan tersebut, pelaksanaan proyek BLU UIN Bandung diharapkan berjalan sesuai ketentuan dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan. (Fahmi Rosyadi)


















