Headline.co.id, Bandung ~ Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan bahwa dentuman yang terdengar di Bandung pada hari Kamis, 3 September 2026, berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Fenomena ini menarik perhatian warga setempat dan memicu berbagai spekulasi mengenai sumber suara tersebut. Badan Geologi segera melakukan analisis untuk memastikan asal mula dentuman yang menghebohkan tersebut.
Menurut Kepala Badan Geologi, Andi Eka Sakya, aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau memang meningkat dalam beberapa hari terakhir. “Kami mencatat adanya peningkatan aktivitas seismik yang signifikan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Hal ini kemungkinan besar menjadi penyebab dentuman yang terdengar hingga Bandung,” ujar Andi. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Selain itu, Badan Geologi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga. Mereka mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. “Kami akan terus memberikan update terkini mengenai situasi ini. Masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak panik,” kata Andi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Geologi telah menyiapkan rencana kontingensi jika aktivitas vulkanik meningkat lebih lanjut. Mereka juga berencana untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi situasi darurat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk.
















