Purna Sudah, Tak Mau Pindah Rumah, Bagaimana nasib Mereka?

  • Whatsapp

Keresahan saat ini sedang dirasakan oleh para Purnawirawan dan Warakawuri POLRI yang berada di Komplek Kesatrian Polri Brimob. Musababnya, Komandan Satuan Brimob Polda Metrp Jaya, Kombes Pol Gatot Mangkurat Putra, telah mengeluarkan surat pengosongan rumah dinas yang saat ini ditempati oleh Purnawirawan dan Warakawuri Polri.

“Berkaitan dengan hal tesebut di atas, kiranya Bapak/Ibu untuk mengosongkan rumah dinas milik Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Asrama Brimob Batalyon C Satbrimob Polda Metro Jaya, surat peringatan kedua ini berlaku selama 15 hari,” bunyi surat tersebut.

Read More

Surat bernomor B/572/X/TUK3.1.5/2021/Satbrimob ini memberikan waktu 15 hari sejak surat diterbitkan, yaitu 4 Oktober 2021. Jika sampai pada batas waktu tersebut, para Purnawirawan dan Warakawuri ini tidak pergi, maka satuan Brimob akan mengerahkan kekuatannya untuk melakukan pengosongan paksa. Rencannya unjuk kekuatan ini akan dilakukan pada 20 Oktober 2021 mendatang.

Dengan terbitnya surat peringatan kedua, tanpa ada surat peringatan pertama, pihak Brimob telah mencederai azas kekeluargaan yang dianut oleh Polri. Perlu diketahui, para Purnawirawan dan Warakawuri yang tinggal di rumah dinas tersebut sebagian besar sudah berumur di atas 60 tahun. Bahkan, sebagian dari mereka menderita stroke dan sudah sulit untuk berkegiatan. Mereka tinggal di Kesatrian Polri Brimob dengan menggunakan nama anak, cucu, keponkan mereka sebagai pemilik rumah yang mereka tempati.

Para Purnawirawan dan Warakawuri ini sampai saat ini tidak pernah diterima permintaannya untuk bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran ataupun Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Drs. Hendro Pandowo, M.Si. Kedatangan mereka hanya meminta keringanan waktu dan bisa mendapatkan sedikit haknya untuk biaya penggantian perawatan.

Sejak dari awal Brimob Detasemen C melalui komandannya, Kompol Kevin Leleury, bermaksud menguasai rumah dinas milik POLRI. Kevin yang saat ini bertugas sebagai Pasukan Perdamaian di Sudan, berniat untuk menjadikan lingkungan Kesatrian Polri Brimob sebagai kawasan khusus Brimob. Menurut Kevin, ia ingin mem-Brimob-kan kawasan ini, karena pusing mendengar alasan anggotanya yang selalu telat datang apel, dengan dalih rumah jauh dari markas.

Atas dasar ini, ia merasa berhak untuk melakukan perintah pengosongan terhadap rumah dinas yang ditempati oleh para Purnawirawan dan Warakawuri. Kompol Kevin juga memerintahkan untuk tidak boleh ada uang penggantian biaya perawatan bagi mereka yang sudah menghuni rumah dinas selama puluhan tahun itu. Hal ini, yang membuat para Purnawirawan dan Warakawuri merasa terpukul dan berakibat beberapa dari mereka tutup usia dan semakin parah penyakitnya.

Sementara, atas klaim Komplek Kesatrian ini hanyalah milik Satuan Brimob tidak dapat dibenarkan. Karena penghuni di Komplek ini terdiri dari anggota POLRI dengan kesatuan-kesatuan yang berbeda bukan hanya Brimob. Dengan demikian, klaim sepihak dari pihak Satuan Brimob tidak bisa diterima.

Sejak 2018, seluruh penghuni di Kesatrian Polri Brimob ini tinggal tanpa ada Surat Izin Penempatan. Hal ini dikarenakan, Surat Izin Penempatan yang sudah diterbitkan di tahun 2018 dikuasai oleh Komandan Detasemen C Satuan Brimob kala itu, AKBP Kurniawan Tandi Rongre. Sehingga, warga di Kesatrian Polri Brimob hanya memegang Surat Izin Penempatan terakhir yang terbit tahun 2017 dengan ditandatangani oleh AKBP Ayi Supardan.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *