Headline.co.id, Banyuasin ~ Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) telah melaksanakan program edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjangkau 2.415 warga di sembilan kabupaten dan kota. Program ini berlangsung serentak dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, Kabid Humas Polda Sumsel, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan peserta didik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespima), serta Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa).
Edukasi ini dilaksanakan di wilayah hukum sembilan polres, yaitu Polres Banyuasin, Polres PALI, Polres OKU, Polres Prabumulih, Polres OKI, Polres Musi Banyuasin, Polres OKU Timur, Polres Ogan Ilir, dan Polres Muara Enim. Dalam kegiatan ini, Satgas Tim Edukasi menjalankan serangkaian aktivitas terpadu yang meliputi sembilan kegiatan penyampaian imbauan karhutla, sembilan kegiatan edukasi langsung, lima kegiatan pembagian masker, lima kegiatan pemasangan pamflet di titik strategis, serta satu kegiatan penyaluran bantuan sosial berupa sembako.
Kombes Pol. Nandang menambahkan bahwa pelibatan peserta didik dari lembaga pendidikan Polri merupakan strategi untuk memperluas jangkauan edukasi. Selain itu, ini juga memberikan pengalaman lapangan dalam membangun komunikasi publik yang humanis dan persuasif. “Dengan cara ini, kami berharap masyarakat lebih memahami risiko dan dampak dari pembakaran lahan,” ujar Nandang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Program edukasi ini merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel untuk mencegah terjadinya karhutla yang sering kali menimbulkan kerugian besar baik dari segi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola lahan dan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.


















