Headline.co.id, Jakarta ~ Mutasi Polri terbaru 2026 kembali mengubah susunan sejumlah jabatan strategis di tingkat polres hingga polda, termasuk tiga kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pergantian tersebut berlaku mulai Minggu, 30 Agustus 2026, setelah diterbitkannya tiga Surat Telegram Kapolri yang memuat rotasi perwira tinggi dan perwira menengah. Sejumlah pejabat mendapat penugasan baru dalam rangka Pendidikan Pengembangan Pimpinan Tinggi (Dikbangti) 2026, promosi, pembinaan karier, dan penyegaran organisasi.
Dalam mutasi Polri kali ini, jabatan Kapolres Metro Jakarta Utara, Kapolres Metro Tangerang Kota, dan Kapolres Metro Bekasi mengalami pergantian. Ketiga pejabat yang sebelumnya memimpin polres tersebut dimutasi dalam rangka Dikbangti 2026, sementara posisi mereka diisi perwira baru.
Kebijakan mutasi Polri tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/1877/VIII/KEP/2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026 yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026. Selain wilayah Polda Metro Jaya, rotasi juga berlangsung di sejumlah daerah, mulai Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Aceh, Sumatera Selatan hingga Sulawesi Tengah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kapolres Jakarta Utara hingga Bekasi Berganti
Perubahan yang cukup menonjol terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya karena tiga jabatan kapolres berganti secara bersamaan.
Kapolres Metro Jakarta Utara yang sebelumnya dijabat Kombes Erick Frendriz selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Adhie Hariadi.
Kemudian, jabatan Kapolres Metro Tangerang Kota berpindah dari Kombes Raden Muhammad Jauhari kepada Kombes Eko Bagus Riyadi.
Pergantian juga terjadi di Polres Metro Bekasi. Kombes Sumarni digantikan oleh Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo sebagai Kapolres Metro Bekasi.
Ketiga pejabat yang sebelumnya menduduki posisi kapolres tersebut dimutasi dalam rangka mengikuti Dikbangti 2026.
Daftar Kapolres di Daerah yang Ikut Dirotasi
Perubahan jabatan tidak hanya terjadi di kawasan Polda Metro Jaya. Sejumlah kapolres di wilayah lain juga mendapatkan penugasan baru.
Di Jawa Barat, jabatan Kapolresta Bandung kini dipercayakan kepada Kombes Tri Suhartono.
Sementara itu, AKBP Heru Antariska Cahya ditunjuk sebagai Kapolres Sragen. Untuk wilayah Tegal, jabatan Kapolres Tegal dipercayakan kepada AKBP Christian Chrisye Lolowang.
Di Kalimantan Tengah, Kombes Andiyatna mendapatkan penugasan sebagai Kapolresta Palangka Raya.
Adapun AKBP Agung Adhitya Pranata diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Ogan Komering Ilir.
Tiga Kapolres di Polda Riau Ikut Berganti
Wilayah hukum Polda Riau juga menjadi bagian dari rotasi tersebut. Tiga jabatan kapolres mengalami pergantian.
AKBP Eko Rubiyanto mendapatkan kepercayaan sebagai Kapolres Bengkalis.
Selanjutnya, AKBP John Louis Letedara diangkat sebagai Kapolres Indragiri Hulu.
Sementara AKBP Ahmad Nur dipercaya menempati jabatan Kapolres Pelalawan.
Tidak hanya jajaran kapolres, perubahan jabatan strategis juga terjadi di tingkat pimpinan Polda Riau.
Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi mendapatkan penugasan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Posisi Wakapolda Riau selanjutnya akan dijabat Brigjen Pol Simson Zet Ringu.
Kapolres di Aceh Juga Masuk Daftar Mutasi
Pergantian pejabat juga berlangsung di jajaran Polda Aceh.
AKBP Muhamad Taufiq diangkat menjadi Kapolres Nagan Raya. Sementara jabatan Kapolres Aceh Tengah dipercayakan kepada AKBP Tegus Siswoyo.
Rotasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perubahan jabatan kepolisian di sejumlah wilayah yang tercantum dalam Surat Telegram Kapolri.
Hengki Haryadi Ditunjuk Jadi Kapolda Papua Barat Daya
Selain pergantian sejumlah kapolres, salah satu posisi strategis yang ikut berubah adalah Kapolda Papua Barat Daya.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjuk Brigjen Pol Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026. Dalam surat yang sama, sebanyak 77 perwira tinggi lainnya juga turut dirotasi.
Surat tersebut ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri dan berlaku mulai 30 Agustus 2026.
Hengki menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.
Sebelum mendapat tugas baru, Hengki menjabat Wakapolda Riau. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1996 dan alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan 1993.
Sepanjang kariernya di kepolisian, Hengki banyak mendapatkan penugasan di bidang reserse.
Ia pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kapolres Metro Jakarta Barat, serta Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.
Hengki juga pernah menangani perkara yang melibatkan Rosario de Marshall alias Hercules.
Saat menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat pada 2013, Hengki menangkap Hercules dan kelompoknya terkait perkara pemerasan dan kekerasan terhadap masyarakat di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Pada akhir 2018, ketika Hengki menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, Hercules kembali ditangkap terkait intimidasi dan penyebaran ketakutan kepada warga Kalideres dalam upaya menguasai lahan milik warga.
Dirreskrimsus dan Kapolres Sigi Berganti
Mutasi juga terjadi di lingkungan Polda Sulawesi Tengah sebagaimana tercantum dalam Surat Telegram Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 dan ST/1879/VIII/KEP./2026.
Dirreskrimsus Polda Sulteng Kombes Pol Suratno dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri dalam rangka Dikbangti Tahun Anggaran 2026.
Posisi Dirreskrimsus Polda Sulteng kemudian dipercayakan kepada AKBP Putu Hendra Binangkari yang sebelumnya menjabat Wakapolresta Bandung Polda Jawa Barat.
Pergantian juga terjadi pada jabatan Kapolres Sigi.
AKBP Kari Amsah Ritonga yang sebelumnya menjabat Kapolres Sigi dimutasi menjadi Wadansatbrimob Polda Sumatera Utara.
Posisi Kapolres Sigi selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Agus Dwi Cahyono, yang sebelumnya menjabat PS Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Gorontalo.
Polri Sebut Rotasi Bagian dari Penyegaran Organisasi
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin membenarkan adanya pergantian sejumlah pejabat di lingkungan Polda Sulawesi Tengah.
Menurut dia, rotasi jabatan menjadi bagian dari mekanisme pembinaan karier dan penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas tugas kepolisian.
“Mutasi ini merupakan dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran dan promosi jabatan, sekaligus peningkatan profesionalisme setiap personel Polri,” kata Achmad Muhaimin dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Agustus 2026.
Rangkaian mutasi tersebut membuat sejumlah posisi strategis di tingkat polres hingga polda mengalami perubahan. Para pejabat yang mendapatkan penugasan baru selanjutnya akan mengemban tanggung jawab sesuai jabatan masing-masing sebagai bagian dari pembinaan karier dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Polri.

















