Headline.co.id, Jakarta ~ Pacu kuda tradisional di Aceh Tengah kembali digelar sebagai bagian dari upaya kebangkitan masyarakat pascabencana dan memperkuat persatuan. Acara yang berlangsung pada akhir pekan ini dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai daerah di Aceh. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga yang sempat terputus akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, menyatakan bahwa pacu kuda ini merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk bangkit dan bersatu kembali. “Pacu kuda ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga simbol kebangkitan dan persatuan kita,” ujar Shabela dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam membangun kembali daerah mereka.
Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata lokal yang sempat terpuruk akibat bencana. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. “Kami berharap pacu kuda ini dapat menjadi daya tarik wisata yang mengundang lebih banyak pengunjung ke Aceh Tengah,” tambah Shabela.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pacu kuda tradisional ini melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dengan berbagai kategori perlombaan. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Aceh, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berpartisipasi dalam acara ini. Dengan semangat kebersamaan dan persaingan yang sehat, pacu kuda Aceh Tengah diharapkan dapat terus menjadi tradisi yang menginspirasi dan memperkuat persatuan masyarakat.

















