Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menyemai total 33 ton garam untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Operasi ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau. Penyemaian garam ini merupakan bagian dari upaya modifikasi cuaca yang dilakukan sejak beberapa minggu terakhir.
Operasi ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara. Penyemaian dilakukan dengan menggunakan pesawat yang terbang di atas awan potensial untuk memicu hujan buatan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan curah hujan dan mengurangi risiko kebakaran hutan yang kerap terjadi di Riau.
Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi karhutla. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi titik panas dan mencegah kebakaran meluas,” ujarnya. Selain itu, operasi ini juga diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara yang sempat menurun akibat asap kebakaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Operasi modifikasi cuaca ini akan terus dilakukan hingga kondisi cuaca di Riau kembali normal dan risiko kebakaran berkurang. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan dan melaporkan jika menemukan titik api. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan ancaman karhutla dapat diminimalisir dan dampak negatifnya terhadap kesehatan serta lingkungan dapat dihindari.



















