Headline.co.id, Sleman ~ Christophe Nduwarugira, bek tengah asal Burundi, resmi bergabung dengan PSS Sleman menjelang kompetisi Super League 2026/2027. Kembalinya PSS ke liga utama ini menjadi daya tarik tersendiri dalam bursa transfer pramusim, dengan Nduwarugira menjadi salah satu nama yang santer dikaitkan dengan tim berjuluk Super Elja tersebut.
Spekulasi mengenai kepastian bergabungnya Nduwarugira sempat beredar, namun akhirnya terjawab dengan pengumuman resminya sebagai bagian dari PSS. Dalam wawancara usai sesi latihan di Lapangan Pakembinangun pada Rabu (19/8/2026), Nduwarugira mengungkapkan perasaannya yang positif sejak bergabung dengan tim. Ia sempat absen selama 10 hari untuk menyelesaikan pengurusan KITAS di Singapura, namun kini telah kembali berlatih bersama tim.
“Untuk saat ini saya merasa baik. Saya merasakan suasana yang sangat positif bersama tim. Kami memiliki tim yang bagus. Setelah sempat absen selama 10 hari, kini saya kembali berlatih bersama tim. Saya merasa baik dan senang bisa berada di sini,” ungkapnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keputusan Nduwarugira untuk bergabung dengan PSS, meski sebagai tim promosi, bukanlah hal yang mengejutkan. Ia dikenal sebagai salah satu bek terbaik di Super League 2025/2026. Kedekatannya dengan staf pelatih, yang pernah bekerja bersamanya di Borneo FC, menjadi salah satu faktor yang menguatkan pilihannya. “Menurut saya, PSS Sleman merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia. Itu yang membuat saya memilih datang ke sini. Saya juga memiliki hubungan baik dengan beberapa staf yang pernah bekerja bersama saya. Karena itu, saya merasa keputusan bergabung dengan Sleman merupakan pilihan yang tepat,” tuturnya.
Nduwarugira juga menyoroti hubungan baiknya dengan Pieter Huistra sebagai salah satu pertimbangan kuat dalam keputusannya. Ia menyebut bahwa hubungan tersebut memudahkan proses pengambilan keputusan untuk bergabung dengan PSS. “Kini saya sudah berada di sini dan memiliki hubungan yang baik dengannya. Mungkin hal itu menjadi salah satu pertimbangan saya memilih Sleman. Apalagi, Sleman merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia. Dengan hubungan baik bersama pelatih, bagi saya keputusan ini menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Meskipun demikian, Nduwarugira menegaskan bahwa kedekatannya dengan Pieter Huistra bukan satu-satunya alasan ia memilih PSS. Hubungan tersebut hanya menjadi salah satu faktor yang membuat keputusan itu terasa lebih mudah.




















