Headline.co.id, Batang ~ Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Sigayam, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berhasil meningkatkan infrastruktur dan memperkuat kerukunan warga. Camat Wonotunggal, Kukuh Tri Laksana, mengungkapkan bahwa sebelum adanya TMMD, akses di Sigayam sangat terbatas akibat kondisi jalan yang rusak, menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi desa.
Kukuh menjelaskan bahwa kebutuhan infrastruktur yang belum terpenuhi melalui anggaran desa menjadi alasan utama pengajuan program TMMD kepada Kodim 0736/Batang. Sebelum program ini, banyak jalan desa masih berupa tanah dan belum memiliki rabat beton yang layak, terutama menyulitkan saat musim hujan. “Dulu aksesnya sulit dan tidak bisa dilalui dengan mudah. Sekarang jalan sudah lebih layak dan kendaraan maupun aktivitas warga jauh lebih lancar,” ujarnya.
Perbaikan jalan ini berdampak langsung pada peningkatan mobilitas dan perputaran ekonomi desa. Jalan yang lebih baik memudahkan konektivitas antarwilayah dan distribusi hasil pertanian. Namun, Kukuh menekankan bahwa nilai penting TMMD tidak hanya pada pembangunan fisik. Antusiasme warga untuk terlibat langsung bersama TNI dalam pekerjaan fisik, seperti pengecoran, menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menyelenggarakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan yang memperluas wawasan masyarakat tentang berbagai isu seperti perpajakan, perkawinan dini, dan kesehatan. “Warga mendapat pengetahuan baru. Hal-hal yang sebelumnya belum diketahui menjadi lebih dipahami melalui kegiatan TMMD,” tambah Kukuh.
Manfaat TMMD tidak hanya terlihat pada hasil infrastruktur, tetapi juga pada hubungan sosial yang semakin erat. Budaya gotong royong yang tumbuh selama TMMD menjadi modal sosial penting bagi pembangunan desa ke depan. “Yang kami rasakan bukan hanya jalan yang dibangun, tetapi juga hubungan masyarakat yang semakin guyub dan saling membantu,” katanya.
Pemerintah kecamatan berharap agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga secara berkelanjutan. Dengan keterbatasan fiskal pemerintah, pemeliharaan jalan dan sarana desa menjadi tanggung jawab bersama masyarakat. “Kalau dijaga bersama, jalan ini bisa bertahan sampai bertahun-tahun dan manfaatnya terus dirasakan warga,” tegas Kukuh.
Semangat kebersamaan yang tumbuh selama TMMD perlu terus dirawat melalui berbagai aktivitas sosial masyarakat, termasuk kerja bakti dan kepedulian terhadap fasilitas umum. Nilai gotong royong yang terbangun selama program bahkan memengaruhi hubungan sosial warga dalam kehidupan sehari-hari. “Semangat yang ditanamkan lewat TMMD bukan hanya saat pembangunan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan hingga keluarga,” ujarnya.
Kukuh berharap kerukunan dan semangat gotong royong yang tumbuh selama TMMD dapat terus dipelihara sebagai fondasi pembangunan desa. “Yang terbangun bukan hanya jalan, tetapi juga kebersamaan warga untuk menjaga kemajuan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.




















