Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi) memastikan bahwa 86% Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih. Pemulihan ini dilakukan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut, menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur telekomunikasi. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan komunikasi kembali normal dan mendukung upaya penanggulangan bencana di daerah terdampak.
Gempa yang melanda NTT telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah BTS, yang mengakibatkan gangguan komunikasi di beberapa wilayah. Menkomdigi menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk mempercepat proses pemulihan. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa layanan komunikasi dapat segera kembali normal, mengingat pentingnya komunikasi dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Menkomdigi.
Selain itu, Menkomdigi juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban gempa dan menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi serta memberikan dukungan yang diperlukan. Pemulihan infrastruktur telekomunikasi menjadi prioritas utama untuk memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses informasi penting dan berkomunikasi dengan pihak berwenang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, Menkomdigi berencana untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur telekomunikasi di daerah rawan bencana. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak kerusakan akibat bencana alam di masa mendatang. “Kami akan terus berupaya memperkuat infrastruktur agar lebih tahan terhadap bencana, sehingga layanan komunikasi dapat tetap berjalan meskipun terjadi gangguan,” tambahnya.





















