Headline.co.id, Gorontalo ~ Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen memperkuat agenda pembangunan manusia Indonesia melalui berbagai program pendidikan. Fokus utama terletak pada revitalisasi madrasah, pemenuhan gizi, serta pengembangan sekolah unggul. Hal ini sejalan dengan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD pada 14 Agustus 2026, yang menekankan pentingnya pembangunan manusia sebagai fondasi nasional.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti program revitalisasi satuan pendidikan, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Kemenag berperan aktif dalam inisiatif ini dengan melibatkan madrasah, pesantren, dan pendidikan agama yang menjangkau jutaan anak Indonesia.
Revitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah konkret yang diambil pemerintah. Pada tahun 2025, sebanyak 16.167 sekolah menerima bantuan revitalisasi, dan jumlah ini meningkat menjadi 71.744 sekolah pada 2026. Lebih dari 1.400 madrasah menjadi bagian dari program ini, yang dilaksanakan melalui kolaborasi lintas kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum menangani prasarana, sementara Kemenag memastikan pemenuhan sarana pembelajaran, termasuk perangkat teknologi informasi dan komunikasi, laboratorium, dan alat permainan edukatif.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 11.878.330 siswa madrasah dan santri. Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, dan UMKM dalam rantai penyediaannya. Pesantren diharapkan dapat berperan lebih jauh dalam ekosistem ini, tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai penyedia makanan bergizi.
Kesehatan juga menjadi prioritas dengan adanya Program Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau 108 juta orang di seluruh Indonesia. Di lingkungan Kemenag, sebanyak 1.233.370 siswa madrasah dan santri telah mendapatkan layanan ini. Kemenag menekankan pentingnya kesehatan peserta didik sebagai bagian dari pendidikan berkualitas, karena anak-anak yang sehat dan kuat lebih siap mengikuti proses pembelajaran.
Pengembangan sekolah unggul juga menjadi perhatian, dengan pendirian empat SMA Unggul Garuda baru dan transformasi dua madrasah unggulan, yaitu MAN Insan Cendekia Gorontalo dan MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir, menjadi Sekolah Garuda. Transformasi ini menunjukkan upaya Kemenag dalam mengintegrasikan pendidikan berbasis nilai-nilai agama dengan penguatan sains, teknologi, dan riset, guna melahirkan generasi yang mampu bersaing secara global.













