Headline.co.id, Lumajang ~ Ibu hamil di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diminta menjalani pemeriksaan rutin untuk mendeteksi anemia, kekurangan energi kronis (KEK), dan risiko komplikasi sejak awal kehamilan. Imbauan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat membuka Gerakan Ibu Hamil Sehat di Balai Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Senin (10/8/2026). Pemeriksaan dianjurkan dilakukan sedikitnya enam kali selama masa kehamilan, termasuk dua kali menggunakan ultrasonografi (USG), agar ibu memperoleh pendampingan dan penanganan sesuai kondisinya.
Gerakan Ibu Hamil Sehat tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kegiatan itu mendorong ibu hamil dan keluarga untuk tidak menunda konsultasi apabila muncul keluhan selama kehamilan.
Deteksi anemia dan KEK sejak awal kehamilan
Dewi mengatakan masih ditemukannya ibu hamil dengan anemia, KEK, maupun risiko komplikasi kehamilan menjadi alasan penting untuk memperkuat edukasi dan pendampingan sejak awal kehamilan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Dewi, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat ibu hamil dan keluarga merasa takut. Deteksi lebih awal justru memberi kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan pendampingan serta penanganan sesuai dengan kondisi ibu.
“Kita tidak ingin kondisi ini membuat masyarakat khawatir. Justru ini harus menjadi semangat bagi kita untuk bergerak lebih cepat, lebih kompak, dan lebih peduli. Ibu hamil harus mendapatkan dukungan agar dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan nyaman,” kata Dewi.
Ia menekankan pentingnya dukungan bersama agar ibu hamil dapat menjalani kehamilan secara sehat dan nyaman. Pendampingan sejak dini juga diharapkan membantu tenaga kesehatan memantau kondisi ibu dan perkembangan kehamilan.
Pemeriksaan kehamilan dianjurkan sedikitnya enam kali
Salah satu langkah yang didorong dalam Gerakan Ibu Hamil Sehat adalah pemeriksaan kehamilan sesuai standar pelayanan. Ibu hamil dianjurkan memeriksakan kehamilan sedikitnya enam kali selama masa kehamilan, dengan dua di antaranya dilakukan menggunakan USG.
Pemeriksaan berkala menjadi kesempatan bagi ibu untuk mengetahui perkembangan kehamilan. Melalui pemeriksaan tersebut, ibu juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai keluhan yang dialami.
Selain pemeriksaan, ibu hamil didorong mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) setiap hari sesuai anjuran tenaga kesehatan. Mereka juga dianjurkan mengikuti kelas ibu hamil untuk mendapatkan informasi dan pendampingan selama menjalani kehamilan.
Informasi dan pendampingan dalam kelas ibu hamil menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai kesehatan selama kehamilan. Ibu juga diharapkan lebih terbuka dalam menyampaikan keluhan kepada tenaga kesehatan.
Dewi mengingatkan ibu hamil agar tidak menunggu keluhan menjadi berat sebelum mencari pertolongan. Setiap keluhan sebaiknya segera dikonsultasikan kepada bidan maupun tenaga kesehatan.
“Yang paling penting adalah ibu hamil tidak berjalan sendiri. Ketika ada keluhan, jangan ragu bertanya kepada bidan maupun tenaga kesehatan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula kita bisa memberikan penanganan,” ujar Dewi.
Imbauan tersebut ditujukan untuk mendorong ibu hamil melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi tanpa menunda. Dengan demikian, kondisi anemia, KEK, maupun risiko kehamilan lainnya dapat diketahui lebih awal.
Dukungan keluarga turut dibutuhkan
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu selama kehamilan. Keluarga diharapkan mendukung pemeriksaan rutin, kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan, serta keterbukaan ibu dalam menyampaikan keluhan.
Langkah tersebut dapat membantu tenaga kesehatan memantau kondisi ibu dan kehamilannya secara berkala. Pendampingan keluarga juga menjadi bagian dari upaya agar ibu hamil tidak menghadapi proses kehamilan seorang diri.
Melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat, Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama TP PKK mendorong penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan dan pendampingan sejak dini.
Deteksi lebih awal diharapkan membuat ibu dengan anemia, KEK, maupun risiko kehamilan lainnya segera memperoleh tindak lanjut dari tenaga kesehatan sesuai kebutuhannya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















