Headline.co.id, Kecamatan Kasembon Di Kabupaten Malang ~ yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri, menjadi saksi bisu dari semangat dan identitas masyarakat yang terwujud dalam dua patung singa ikonik. Patung-patung ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga penanda kultural yang penting bagi para pengendara di jalur Malang–Kediri.
Di Desa Bejirejo, berdiri sebuah Patung Singa Raksasa di Alun-Alun Kasembon. Patung ini diklaim sebagai salah satu yang terbesar di Malang Raya dengan tinggi 12 meter dan panjang 19 meter. Meskipun lokasinya tersembunyi dari jalur utama, patung ini memiliki keunikan tersendiri. Bagian dalam patung berfungsi sebagai kantor desa dan ruang pengurus wisata, menjadikannya perpaduan unik seni, fungsi birokrasi, dan manajemen wisata desa.
Sementara itu, di Desa Mangir, terdapat patung singa lain yang berdiri di tepi Jalan Raya Malang. Patung ini berfungsi sebagai gerbang masuk resmi perbatasan Kediri–Malang. Dibangun secara swadaya oleh seorang Aremania bernama Heri, atau akrab disapa Jiyem, patung ini didirikan saat perayaan Ulang Tahun Perak Arema. Heri membangun patung tersebut dengan dana pribadi sebagai bentuk loyalitas dan kebanggaan terhadap klub Arema, mengingat rumahnya dulu berada tepat di belakang patung tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Patung singa di Desa Mangir ini dirawat secara berkala oleh warga dan komunitas Aremania setempat. Mereka melakukan patungan untuk biaya perawatan seperti pengecatan ulang. Pada tahun 2022, patung ini sempat dirusak oleh oknum suporter klub lain, namun berkat bantuan dari Gilang Widya Pramana, Presiden Klub Arema FC saat itu, yang memberikan dana Rp10 juta, patung tersebut berhasil direnovasi. Kini, patung singa tersebut kembali berdiri kokoh, menyambut setiap pelintas dengan kebanggaan dan semangat yang tak pernah pudar.



















