Headline.co.id, Jakarta ~ Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL) mengusulkan agar fasilitas deteksi pendengaran bayi diperluas di seluruh Indonesia. Usulan ini disampaikan dalam rangka meningkatkan deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. Ketua Umum PERHATI-KL, Dr. dr. Irawan Soehartono, Sp.THT-KL(K), menekankan pentingnya pemeriksaan pendengaran sejak dini untuk mencegah dampak jangka panjang pada perkembangan anak.
Dr. Irawan menjelaskan bahwa deteksi dini gangguan pendengaran dapat membantu intervensi lebih cepat, sehingga anak dapat berkembang secara optimal. “Kami berharap pemerintah dapat mendukung perluasan fasilitas ini agar semua bayi baru lahir mendapatkan pemeriksaan pendengaran,” ujarnya. Saat ini, fasilitas deteksi pendengaran masih terbatas di beberapa rumah sakit besar, sehingga tidak semua bayi memiliki akses yang sama.
Menurut data yang disampaikan oleh PERHATI-KL, sekitar 2-3 dari 1.000 bayi lahir dengan gangguan pendengaran. Angka ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan pendengaran sebagai bagian dari skrining kesehatan bayi baru lahir. Dr. Irawan menambahkan bahwa dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan dapat menurunkan angka gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi sejak dini.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, PERHATI-KL berencana untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan pihak terkait lainnya guna memperluas jangkauan fasilitas ini. Mereka juga akan mengadakan pelatihan bagi tenaga medis untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan deteksi dini gangguan pendengaran. Dengan demikian, diharapkan semua bayi di Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.
















