Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Nasional

Mengapa Anak Krakatau Terus Berubah? Dari Kolaps 2018, Tumbuh Kembali hingga Status Level II

Hendrawan by Hendrawan
55 minutes ago
in Nasional
Reading Time: 7 mins read
401 22
A A
0
Gunung Anak Krakatau Punya Cucu Ini Analisis Awal Badan Geologi

Gunung Anak Krakatau Punya Cucu Ini Analisis Awal Badan Geologi

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Krakatau merupakan sistem gunung api dinamis yang mengalami siklus pertumbuhan, erupsi, keruntuhan, dan pembangunan kembali.
  • Keruntuhan sektor barat daya Anak Krakatau pada 2018 melibatkan sekitar 0,116 kilometer kubik material.
  • Ketinggian puncak Anak Krakatau turun dari sekitar 330 meter menjadi sekitar 120 meter setelah keruntuhan 2018.
  • Sejak 2019 Anak Krakatau memasuki fase rekonstruksi dengan erupsi yang berkembang menuju Strombolian, lava fountain, dan aliran lava.
  • Material erupsi secara bertahap membangun kembali kerucut di dalam kawah pascakeruntuhan.
  • Daratan baru sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung akibat akumulasi material vulkanik.
  • Status aktivitas Anak Krakatau kini Level II Waspada dengan larangan beraktivitas dalam radius dua kilometer.

Headline.co.id, Jakarta ~ Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus mengalami perubahan bentuk dan karakter aktivitas setelah keruntuhan besar pada 2018, sementara perkembangan terbarunya menunjukkan tingkat aktivitas telah turun dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB. Penelitian yang masih berlangsung menemukan Krakatau berkembang melalui siklus pertumbuhan, erupsi, keruntuhan, dan pembangunan kembali, sehingga perubahan yang terlihat saat ini merupakan bagian dari proses dinamis gunung api. Dalam periode pertumbuhan kembali itu, material vulkanik juga terakumulasi hingga membentuk daratan baru sekitar 30,3 hektare di antara Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Polda Jateng Salurkan 50.000 Liter Air Bersih ke Tiga Kabupaten
    • 1.2. Demo Hari Ini di Jakarta, 50 Ribu Buruh Bergerak dari Semanggi Bawa 11 Tuntutan
  • 2. Keruntuhan 2018 Mengubah Tubuh Anak Krakatau
  • 3. Mengapa Gaya Erupsi Anak Krakatau Berubah
  • 4. Sejak 2019 Krakatau Memasuki Fase Rekonstruksi
  • 5. Daratan Baru Menjadi Bagian dari Perubahan Morfologi
  • 6. Apa Arti Status Level II Waspada Saat Ini

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dini Nurfiani, menjelaskan bahwa memahami Anak Krakatau tidak cukup hanya dengan melihat satu erupsi. Perubahan sistem magma, material penyusun, bentuk tubuh gunung, gaya erupsi, hingga kondisi lingkungan saling berkaitan dan dapat berubah dari waktu ke waktu.

You might also like

Polda Jateng Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Tengah Kekeringan

Polda Jateng Salurkan 50.000 Liter Air Bersih ke Tiga Kabupaten

24 September 2026
Ilustrasi gambar demo hari ini

Demo Hari Ini di Jakarta, 50 Ribu Buruh Bergerak dari Semanggi Bawa 11 Tuntutan

24 September 2026

“Sejarah erupsi Anak Krakatau menunjukkan bahwa gunung api ini berkembang melalui siklus pertumbuhan, erupsi, keruntuhan, dan pembangunan kembali. Setelah kolaps pada 2018, morfologi dan gaya erupsi berubah secara drastis, lalu diikuti fase pertumbuhan kembali melalui erupsi dan pembentukan lava baru,” kata Dini dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Keruntuhan 2018 Mengubah Tubuh Anak Krakatau

Perubahan besar pada Krakatau terjadi ketika sektor barat daya Anak Krakatau runtuh ke laut pada 2018. Dini memaparkan volume material yang terlibat dalam keruntuhan tersebut sekitar 0,116 kilometer kubik.

Keruntuhan itu menghilangkan sebagian besar tubuh gunung yang berada di atas permukaan laut. Ketinggian puncak yang sebelumnya sekitar 330 meter turun menjadi sekitar 120 meter. Peristiwa tersebut juga memicu tsunami di Selat Sunda.

Dampaknya tidak berhenti pada perubahan bentuk fisik gunung. Hilangnya sebagian besar tubuh Anak Krakatau secara tiba-tiba juga memengaruhi sistem erupsi karena tekanan pada saluran magma berkurang, sementara air laut masuk ke kawah yang terbuka.

“Perbandingan morfologi sebelum dan setelah runtuhan 2018 menunjukkan perubahan yang sangat besar. Bentuk kerucut yang sebelumnya relatif tinggi berubah menjadi morfologi yang lebih rendah dan terbuka, kemudian secara bertahap dibangun kembali oleh aktivitas erupsi berikutnya,” ujar Dini.

Mengapa Gaya Erupsi Anak Krakatau Berubah

Penelitian terhadap Anak Krakatau menunjukkan bentuk tubuh gunung dan kondisi lingkungan memiliki hubungan dengan karakter aktivitasnya. Setelah keruntuhan 2018, perubahan morfologi disertai perubahan gaya erupsi.

Air laut yang masuk ke bagian kawah terbuka menjadi salah satu kondisi yang menyertai perubahan sistem tersebut. Pada periode berikutnya, aktivitas Anak Krakatau berkembang dari erupsi yang masih dipengaruhi interaksi air menuju pola erupsi Strombolian, lava fountain, dan aliran lava.

Temuan itu berasal dari penelitian yang melibatkan BRIN, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, University of Birmingham, ITB, Penn State University, British Geological Survey, serta University of Oxford. Penelitian masih berlangsung untuk melihat bagaimana sistem Anak Krakatau berkembang setelah kolaps.

Dini menekankan perilaku gunung api tidak bersifat tetap. Karakter aktivitas dapat berubah mengikuti perkembangan tubuh gunung, sistem magma, serta kondisi lingkungan.

“Catatan erupsi Anak Krakatau memperlihatkan bahwa perilaku gunung api tidak selalu tetap, tetapi dapat berubah mengikuti perkembangan tubuh gunung, sistem magma, dan kondisi lingkungannya,” tutur Dini Nurfiani.

Sejak 2019 Krakatau Memasuki Fase Rekonstruksi

Sejak 2019, Anak Krakatau memasuki fase rekonstruksi dan pertumbuhan kembali. Material hasil aktivitas erupsi secara bertahap membangun kerucut baru di dalam kawah yang terbentuk setelah keruntuhan 2018.

Salah satu proses pertumbuhan terlihat pada pembentukan lava pada 2020. Lava tersebut menumpuk di atas material yang sebelumnya terbentuk melalui aktivitas setelah keruntuhan.

Fase tersebut memperlihatkan bahwa setelah kehilangan sebagian besar tubuhnya, Anak Krakatau tidak berhenti berkembang. Aktivitas erupsi justru secara bertahap membentuk kembali morfologi gunung.

Dalam pandangan Dini, rangkaian perkembangan itu menjadi alasan mengapa satu kejadian erupsi tidak dapat digunakan sendirian untuk menggambarkan karakter Krakatau dalam jangka panjang. Kondisi yang terlihat merupakan hasil interaksi banyak proses yang terus berkembang.

Daratan Baru Menjadi Bagian dari Perubahan Morfologi

Perubahan terbaru juga terlihat dari kemunculan daratan baru sekitar 30,3 hektare di antara Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung. Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Suwarno mengatakan daratan itu merupakan hasil dari material erupsi yang terakumulasi di kawasan sekitar gunung api.

“Ya, hasil dari letusan kemarin itu. Kurang lebih 30,3 hektare,” kata Suwarno, Rabu (23/9/2026).

Material tersebut tidak menumpuk dalam satu waktu. Hasil erupsi dari periode aktivitas Anak Krakatau secara bertahap terakumulasi hingga membentuk daratan yang kini terlihat di kawasan Selat Sunda.

Kemunculan daratan tersebut memunculkan narasi mengenai ‘cucu Krakatau’. Namun, Suwarno belum memastikan istilah tersebut dan menegaskan bahwa terbentuknya endapan material vulkanik tidak otomatis menandakan hadirnya gunung api baru.

Pergerakan magma di bawah permukaan juga tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan perubahan yang tampak di permukaan. “Ya, namanya magma gitu kan, dia mencari celah-celah yang lebih ringan akan keluar,” ujarnya.

Apa Arti Status Level II Waspada Saat Ini

Di tengah proses perubahan morfologi tersebut, Badan Geologi menurunkan tingkat aktivitas Anak Krakatau dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.

Keputusan tersebut didasarkan pada analisis dan evaluasi menyeluruh. Aktivitas kegempaan tercatat cenderung menurun hingga 20 September 2026, sedangkan data deformasi menunjukkan adanya penurunan atau deflasi.

Penurunan status memungkinkan masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan BPBD setempat. Namun, larangan memasuki radius dua kilometer dari pusat aktivitas Anak Krakatau tetap berlaku bagi masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar juga meminta masyarakat tidak terpancing kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, termasuk isu mengenai erupsi Anak Krakatau yang disebut dapat menimbulkan tsunami.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pantau informasi resmi dari pemerintah, BPBD, maupun Badan Geologi dan ikuti arahan yang disampaikan apabila terdapat perkembangan aktivitas,” ujar Mahdiar.

Perkembangan Anak Krakatau akan terus dievaluasi secara berkala atau ketika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Masyarakat dapat mengikuti informasi melalui Magma Indonesia dan kanal resmi Badan Geologi. Rangkaian perubahan sejak keruntuhan 2018 hingga pertumbuhan kembali saat ini menunjukkan bahwa Krakatau merupakan sistem gunung api yang terus berkembang, sehingga pemantauan jangka panjang tetap menjadi bagian penting dalam memahami perilakunya.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Anak KrakatauBadan GeologibrinErupsi KrakatauSelat Sunda

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Polda Jateng Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Tengah Kekeringan

Polda Jateng Salurkan 50.000 Liter Air Bersih ke Tiga Kabupaten

by Dwina
24 September 2026
0

Headline.co.id, Kendal ~ Polda Jawa Tengah menyalurkan 50.000 liter bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Kendal, Kebumen,...

Ilustrasi gambar demo hari ini

Demo Hari Ini di Jakarta, 50 Ribu Buruh Bergerak dari Semanggi Bawa 11 Tuntutan

by Hendrawan
24 September 2026
0

Demo hari ini di Jakarta diikuti sekitar 50 ribu buruh dari Semanggi menuju UOB membawa 11 tuntutan. Polisi siapkan rekayasa...

Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional, Warga Diimbau Rencanakan Perjalanan

Rekayasa Lalu Lintas Polda Metro Jaya Berlaku Situasional

by Dwina
24 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di Jakarta pada Kamis (24/9/2026). Pengaturan ini dilakukan...

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea saat konferensi pers tentang rencana demo 50.000 buruh

Demo Hari Ini Bawa 11 Tuntutan Buruh, Apa yang Diperjuangkan dan Bagaimana Dampaknya di Jakarta?

by Hendrawan
24 September 2026
0

Demo hari ini membawa 11 tuntutan buruh terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Simak isu utama, lokasi aksi, dan dampak lalu lintas...

Polisi : 10 Hari Pencarian, Sukarman ABK KM Arupadatu I Teridentifikasi Lewat DNA

Sukarman, ABK KM Arupadatu I, Teridentifikasi Lewat DNA

by Dwina
24 September 2026
0

Headline.co.id, Tangerang ~ Identitas Sukarman (60), anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda,...

BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tetap Pantau Status Gunung Anak Krakatau

Status Anak Krakatau Turun ke Level II Waspada, Warga Diimbau Abaikan Isu Tsunami Tak Terverifikasi

by Hendrawan
24 September 2026
0

Status Anak Krakatau turun ke Level II Waspada. Warga diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi Badan Geologi.

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Pelatihan Digital Tingkatkan Pemasaran Produk Lokal Jantho ke Pasar Nasional

Pelatihan Digital Tingkatkan Pemasaran Produk Lokal Jantho ke Pasar Nasional

15 April 2026
Kementerian PU Targetkan Penyelesaian Sekolah Rakyat Tahap II pada Juni 2026

Kementerian PU Targetkan Penyelesaian Sekolah Rakyat Tahap II pada Juni 2026

14 January 2026
: Mendekatkan akses dokumen kependudukan hingga tingkat akar rumput, Kader JAKADARA Padukuhan Gempol mendampingi puluhan warga memutakhirkan data kependudukan secara langsung melalui aksi jemput bola terpadu.

JAKADARA Gempol Catatkan Ratusan Layanan Adminduk Warga

11 September 2026
Pemkab Temanggung Dorong Percepatan Pembangunan Koperasi Desa

Pemkab Temanggung Dorong Percepatan Pembangunan Koperasi Desa

6 January 2026
Diskominfo Kalsel Dorong Komunikasi Adaptif di Era Digital

Diskominfo Kalsel Dorong Komunikasi Adaptif di Era Digital

22 May 2026
Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di UGM Berkat Hobi Merawat Ternak

Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di UGM Berkat Hobi Merawat Ternak

17 June 2026

Pendukung Prabowo di Laporkan oleh Pemilik Lagu “Jogja Istimewa”

15 January 2019

Artikel Terbaru

Yuran Fernandes Bawa Persebaya Unggul atas PSMS di Babak Pertama

Persebaya Unggul 1-0 atas PSMS di Babak Pertama

24 September 2026
Polda Jateng Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Tengah Kekeringan

Polda Jateng Salurkan 50.000 Liter Air Bersih ke Tiga Kabupaten

24 September 2026
: Istimewa

Literasi Digital Pelajar Bojonegoro Diperkuat lewat Festival 2026

24 September 2026
Marselino Ferdinan

Marselino Ferdinan Resmi ke Persija Jakarta, Dikontrak 2 Tahun untuk Bangkitkan Performa

24 September 2026
Ilustrasi gambar demo hari ini

Demo Hari Ini di Jakarta, 50 Ribu Buruh Bergerak dari Semanggi Bawa 11 Tuntutan

24 September 2026
HUT ke -71 Lalu Lintas, Satlantas Karimun Edukasi Pelajar Lewat Mural dan Polisi Cilik

Satlantas Karimun Edukasi Pelajar lewat Mural dan Polisi Cilik

24 September 2026
: Istimewa

Perda KLA Bojonegoro Jadi Dasar Pemenuhan Hak Anak

24 September 2026

Popular Story

Honda Percepat Produksi Hybrid, Siapkan 15 Model Baru hingga 2030
Otomatif

Honda Percepat Produksi Hybrid, Siapkan 15 Model Baru hingga 2030

by Hendrawan
19 September 2026
0

Honda mempercepat produksi hybrid generasi baru dan menyiapkan 15 model global hingga...

Read moreDetails

Humas Pemko Padang Perkuat Komunikasi Publik Digital

Kampung Zakat Jangkau 5.600 Mustahik di 21 Provinsi

Persalinan Awa Diba Soroti Tekanan Sistem Kesehatan Senegal di Tengah Mogok Medis

Peta Jalan Karbon Biru Bappenas Arahkan Strategi Iklim Darat-Laut

Eugenia Diva Raih Perunggu Wushu di Asian Games 2026

Pedro Acosta Menang MotoGP Austria, Tundukkan Aprilia

Parenting Era Digital, SDN Perumnas 3 Perkuat Peran Orang Tua

Cek Kesehatan Gratis Capai 89 Juta Peserta, Kemenkes Kejar Target 130 Juta Jiwa pada 2026

Listrik Perdesaan Riau Diintegrasikan dengan Program Pendidikan

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.