Highlight Berita Prediksi Cuaca Sulawesi Selasa, 11 Agustus 2026: Makassar hingga Manado Berawan, Palu Berpotensi Udara Kabur:
Headline.co.id, Manado ~ Prediksi cuaca Sulawesi pada Selasa, 11 Agustus 2026, menunjukkan sebagian besar kota besar diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Makassar, Mamuju, Manado, Kendari, dan Gorontalo berada dalam kelompok wilayah dengan kondisi tersebut, sementara Palu berpotensi mengalami udara kabur. Berdasarkan pembaruan informasi cuaca yang disampaikan BMKG, daerah perlambatan angin atau konvergensi juga terbentuk di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, sedangkan daerah pertemuan angin atau konfluensi terpantau di Selat Makassar. Dinamika atmosfer tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di kawasan sekitarnya.
Informasi cuaca besok di Sulawesi penting diperhatikan masyarakat yang akan bekerja, bepergian, maupun menjalankan aktivitas di luar ruangan pada Selasa. Kendati prakiraan kota-kota besar cenderung didominasi kondisi berawan, dinamika atmosfer tetap perlu dicermati karena berpotensi mendukung pembentukan awan hujan.
Dalam tayangan pembaruan informasi cuaca, Nisa menjelaskan daerah perlambatan angin atau konvergensi terbentuk di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk dua wilayah di Sulawesi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Daerah perlambatan angin atau konvergensi terbentuk di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan,” kata Nisa.
Cuaca Makassar Selasa 11 Agustus 2026
Makassar diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan, berawan hingga berawan tebal pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Dalam prakiraan kota-kota besar yang disampaikan, Makassar tidak termasuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan.
Namun, Sulawesi Selatan termasuk dalam daerah perlambatan angin atau konvergensi yang terpantau BMKG. Selain itu, Selat Makassar juga menjadi salah satu kawasan yang mengalami daerah pertemuan angin atau konfluensi.
Kondisi tersebut menjadi penting karena BMKG menjelaskan bahwa konvergensi dan konfluensi dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” ujar Nisa.
Karena itu, meskipun prakiraan Makassar cenderung berawan, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan kondisi atmosfer setempat.
Palu Berpotensi Mengalami Udara Kabur
Kondisi berbeda diprakirakan terjadi di Palu.
BMKG menyebut Palu sebagai salah satu kota yang berpotensi mengalami udara kabur pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Palu berada dalam kelompok yang sama dengan Mataram dan Manokwari dalam prakiraan kondisi udara kabur untuk wilayah Indonesia bagian timur.
Dalam bahan prakiraan yang disampaikan, tidak terdapat rincian mengenai tingkat maupun durasi udara kabur di Palu.
Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan dapat memperhatikan kondisi jarak pandang aktual di wilayah masing-masing.
Prakiraan udara kabur di Palu juga menjadi pembeda utama dibandingkan sejumlah kota besar lain di Sulawesi yang cenderung mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan.
Manado Diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan
Cuaca Manado pada Selasa, 11 Agustus 2026, diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan, berawan hingga berawan tebal.
Manado tidak disebut dalam kelompok kota yang berpotensi mengalami hujan ringan maupun udara kabur.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kota besar lain di Sulawesi, termasuk Makassar, Mamuju, Kendari, dan Gorontalo.
Dengan prakiraan tersebut, masyarakat Manado dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi berawan yang diperkirakan terjadi pada periode prakiraan.
Meski demikian, perkembangan kondisi cuaca tetap perlu diperhatikan karena dinamika atmosfer dapat menyebabkan kondisi berbeda antardaerah.
Kendari Berawan, Sulawesi Tenggara Dilalui Konvergensi
Kendari juga diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal.
Namun, Sulawesi Tenggara menjadi salah satu wilayah yang secara khusus disebut berada dalam daerah perlambatan angin atau konvergensi.
Keberadaan konvergensi dapat menjadi faktor pendukung pembentukan awan hujan di kawasan sekitarnya.
BMKG menegaskan bahwa kondisi atmosfer tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Dengan demikian, prakiraan kota Kendari yang cenderung berawan tetap perlu dibaca bersamaan dengan informasi mengenai dinamika atmosfer di Sulawesi Tenggara.
Kondisi tersebut bukan berarti seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dipastikan mengalami hujan. Dalam prakiraan kota besar yang disampaikan, Kendari berada pada kategori cerah berawan hingga berawan.
Cuaca Mamuju dan Gorontalo
Mamuju dan Gorontalo juga diprakirakan memiliki kondisi yang relatif serupa.
Kedua kota tersebut masuk dalam kelompok wilayah Indonesia timur yang berpotensi mengalami kondisi cerah berawan, berawan hingga berawan tebal pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Dalam bahan prakiraan BMKG, Mamuju dan Gorontalo tidak disebut memiliki potensi hujan ringan maupun udara kabur.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar kota besar Sulawesi dalam prakiraan kali ini memiliki karakter cuaca yang relatif sama, yakni didominasi awan.
Palu menjadi pengecualian karena diprakirakan mengalami udara kabur.
Ringkasan Prediksi Cuaca Sulawesi Selasa, 11 Agustus 2026
Berikut ringkasan prakiraan cuaca sejumlah kota besar di Sulawesi:
- Makassar: cerah berawan hingga berawan.
- Mamuju: cerah berawan hingga berawan.
- Manado: cerah berawan hingga berawan.
- Kendari: cerah berawan hingga berawan.
- Gorontalo: cerah berawan hingga berawan.
- Palu: berpotensi udara kabur.
Dari enam kota tersebut, Palu memiliki kondisi prakiraan berbeda dibandingkan kota lainnya.
Sementara itu, tidak terdapat kota di Sulawesi yang secara khusus disebut berpotensi mengalami hujan ringan dalam daftar prakiraan kota besar yang diberikan untuk Selasa, 11 Agustus 2026.
Konvergensi Terpantau di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara
Selain melihat prakiraan per kota, masyarakat perlu memperhatikan kondisi atmosfer regional.
BMKG mencatat daerah perlambatan angin atau konvergensi terbentuk di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Sementara daerah pertemuan angin atau konfluensi terbentuk di sejumlah perairan, salah satunya Selat Makassar.
Keberadaan konvergensi dan konfluensi tersebut berpotensi menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan awan hujan.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” kata Nisa.
Selat Makassar yang berada di antara Kalimantan dan Sulawesi menjadi salah satu kawasan perairan yang perlu diperhatikan dalam dinamika atmosfer kali ini.
Potensi Hujan Sedang hingga Lebat Tetap Perlu Diwaspadai
BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah Indonesia.
“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia. Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah yang berwarna kuning,” ujar Nisa.
Namun, bahan prakiraan yang diberikan tidak merinci kota-kota di Sulawesi yang masuk dalam kategori peringatan hujan sedang hingga lebat tersebut.
Karena itu, potensi tersebut tidak dapat secara langsung disimpulkan berlaku untuk seluruh kota di Sulawesi.
Untuk prakiraan kota besar, Makassar, Mamuju, Manado, Kendari, dan Gorontalo diprakirakan cerah berawan hingga berawan, sedangkan Palu berpotensi mengalami udara kabur.
Cuaca Besok Sulawesi Hujan atau Berawan?
Berdasarkan prakiraan kota besar yang disampaikan, cuaca besok Sulawesi pada Selasa, 11 Agustus 2026, lebih didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.
Makassar, Mamuju, Manado, Kendari, dan Gorontalo berada dalam kategori tersebut.
Sementara Palu diprakirakan mengalami udara kabur.
Meski tidak ada kota Sulawesi yang secara khusus disebut memiliki potensi hujan ringan dalam prakiraan tersebut, daerah konvergensi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara serta konfluensi di Selat Makassar tetap menjadi dinamika atmosfer yang perlu dicermati.
Secara umum, masyarakat di Sulawesi disarankan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca di daerah masing-masing menjelang beraktivitas pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Prakiraan berawan di Makassar hingga Manado, kondisi serupa di Kendari, Mamuju dan Gorontalo, serta potensi udara kabur di Palu menjadi informasi utama dalam prediksi cuaca Sulawesi kali ini.














