Headline.co.id, Barito Kuala ~ Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Komisi VIII DPR RI menggelar acara “Sosialisasi Penguatan Literasi Kebencanaan” di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Rabu (5/8). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat pemahaman mereka terhadap risiko bencana dan membangun budaya sadar bencana.
Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Sandi Fitrian Noor, S.T., M.M., serta perwakilan dari BNPB, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kabupaten Banjar, BPBD Kabupaten Barito Kuala, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, S.STP., MH, menyampaikan apresiasinya kepada BNPB dan Komisi VIII DPR RI atas inisiatif ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dalam pengurangan risiko bencana.
Wakil Bupati Barito Kuala, H. Herman Susilo, S.M., menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi relawan kebencanaan. Ia menekankan bahwa relawan harus dibekali dengan pengetahuan teknis dan keterampilan yang memadai agar dapat menjalankan tugas secara aman dan profesional. Herman juga menegaskan bahwa semangat membantu sesama harus diimbangi dengan kompetensi yang tepat untuk menghindari risiko bagi relawan dan masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Peserta sosialisasi mendapatkan materi mengenai risiko bencana di Kalimantan Selatan, pentingnya kesiapsiagaan, serta penggunaan aplikasi inaRISK Personal dan Portal Literasi Sejarah Bencana. Mereka juga diperkenalkan dengan Disaster Knowledge Management System (DKMS) dan mengikuti simulasi kesiapsiagaan. Melalui sistem informasi kebencanaan yang dikembangkan oleh BNPB, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses informasi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan mereka.
Anggota Komisi VIII DPR RI Sandi Fitrian Noor menegaskan bahwa penguatan literasi kebencanaan adalah investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang tangguh. Ia menyatakan bahwa kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BPBD, dunia pendidikan, media, dan masyarakat adalah kunci untuk menumbuhkan budaya sadar risiko yang berkelanjutan. Dengan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kalimantan Selatan dapat lebih siap menghadapi bencana, mendukung ketangguhan nasional, dan berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
















