Headline.co.id, Fecia Laura Revani ~ seorang remaja berusia 18 tahun dari Padukuhan Tunggul Barat, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, berhasil mewujudkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, dengan ayahnya, Subyono (51), yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan sekitar satu juta rupiah per bulan, dan ibunya, Puji (46), sebagai ibu rumah tangga, Fecia tetap bertekad untuk melanjutkan pendidikan. Kedua orang tuanya sangat mendukung cita-citanya tersebut.
Sebagai anak bungsu dari dua bersaudara, Fecia aktif dalam berbagai kegiatan di SMAN 1 Wonosari Gunungkidul. Ia terlibat dalam organisasi Patroli Keamanan Sekolah dan menjadi vokalis band sekolah yang sering memenangkan lomba. Kesibukan ini membuatnya harus pandai mengatur waktu, terutama saat mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi. “Jika di sekolah sedang ada ujian, saya mengutamakan ujian sekolah terlebih dahulu. Setelah itu, jika ada waktu luang setelah pulang sekolah, saya usahakan mencicil belajar sedikit demi sedikit untuk persiapan ujian masuk perguruan tinggi,” ungkapnya pada Senin (20/7).
Fecia memiliki impian besar untuk melanjutkan pendidikan di bidang pertanian. Meskipun sempat gagal dalam seleksi SNBP dan SNBT, ia tidak menyerah. Dengan usaha dan doa yang konsisten, Fecia akhirnya diterima di program studi Agronomi UGM melalui jalur ujian mandiri UGM atau UM UGM CBT. Ia merasa sangat senang dan bersyukur bisa diterima di jurusan yang diminatinya sejak lama. “Dari awal tertariknya, ke pertanian untuk membudidaya tanaman. Karena suka menanam tanaman, jadi ingin tahu lebih banyak lagi tentang tanaman-tanaman,” kata ibunya, Puji.
Kekhawatiran mengenai biaya kuliah sempat muncul, namun Puji yakin bahwa anaknya memiliki rezekinya sendiri. “Memang secara hitung-hitungan penghasilannya cuma segini, tapi dari awal kan insya Allah anak saya itu kan memiliki rezeki sendiri gitu,” ujarnya. Berkat doa dan usaha, Fecia berhasil mendapatkan Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% atau biaya UKT 0 dari UGM.
Fecia merasa bersyukur bisa kuliah gratis di UGM dan diterima di program studi yang sesuai dengan minatnya. Ia mengakui bahwa kedua orang tuanya adalah sumber inspirasinya dalam meraih mimpi. “Mereka sudah berjuang banyak buat aku, sudah ngorbanin semuanya buat aku sampai apa ya cari uang ke mana-mana gitu,” jelasnya.
Keberhasilan Fecia disambut hangat oleh kedua orang tuanya. Puji berharap agar Fecia bisa menjalankan kuliah dengan lancar dan selalu memberikan dukungan. “Kami selalu mengajarkan Fecia untuk selalu banyak berdoa, berusaha secara maksimal semampunya, dan memasrahkan hasil akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” terang Puji.
Fecia berpesan kepada teman-temannya untuk tetap semangat dan optimis dalam meraih mimpi. Ia percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. “Meskipun saya sendiri memiliki banyak kekurangan dan belajar kurang maksimal, saya percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil,” pungkasnya.



















