Update Covid-19 Indonesia 1 Juni 2020, Ini 15 Provinsi Nihil Penambahan Kasus

  • Whatsapp
Ilustrasi Update Virus Corona di Indonesia Hari ini
Ilustrasi Update Virus Corona di Indonesia Hari ini. (istock)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto kembali menyampaikan update data terbaru terkait perkembangan virus corona di Indonesia pada Senin, (1/6). Achmad menyampaikan bahwa hari ini terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 467 sehingga total 26.940.

baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Ridwan Kamil: Jadikan Pancasila Dalam Tindakan melalui Gotong Royong menuju Indonesia Maju

Bacaan Lainnya

Tak hanya pasien positif yang mengalami penambahan, namun pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah sebanyak 329 sehingga total 7.637, sementara pasien meninggal bertambah 28 total 1.641.

Kabupaten/kota terdampak sudah 416 di semua provinsi. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 48.358, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.120.

Penambahan kasus positif covid-19 ini disumbang paling banyak dari 5 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

baca juga: Jelang New Normal! Bupati Purwakarta Pastikan Pertokoan dan Pusat Perbelanjaan Jalankan Protokol Kesehatan

Sementara terdapat 15 provinsi yang tidak tedapat penambahan kasus, yakni Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Riau, Maluku, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

“15 Provinsi tidak ada laporan kasus positif. Oleh karena itu kita masih akan terus berupaya semaksimal mungkin pada provinsi yang sekarang masih tinggi angka penambahan kasus positif Covid-19 untuk kita tekan dengan berbasis pada perubahan perilaku masyarakat,” katanya pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (1/6).

“Mari kita bersama menyadari bahwa penularan masih terus terjadi, kemudian kita mengupayakan berbagai hal untuk mencegah penularan namun tetap bisa produktif,” ujarnya.

baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Ridwan Kamil: Jadikan Pancasila Dalam Tindakan melalui Gotong Royong menuju Indonesia Maju

Tatanan kehidupan yang baru (New Normal Life) menjadikan kondisi masyarakat tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Penerapan kebijakan New Normal itu tidak dilakukan secara langsung di semua wilayah di Indonesia, melainkan berdasarkan kondisi epidemiologi penyakit di daerah tersebut dan sistem kesehatan di sana.

“Kami akan memberikan masukan melalui gugus tugas kepada pemerintah daerah setelah kami melakukan kajian tentang epidemiologi penyakit di wilayah itu. Kita juga akan menyampaikan data sistem kesehatan di wilayah itu termasuk sistem surveilans,” kata dr. Achmad.

Keberhasilan tatanan New Normal ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat yang membiasakan jaga jarak fisik dengan orang lain, memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan berolah raga.

baca juga: Dukung Program New Normal, Ditlantas Polda Banten Berikan Himbauan dan Bagikan 2000 Masker

“Oleh karena itu dengan cara ini (Perubahan perilaku era New Normal) kita akan bisa memenangkan pengendalian Covid-19,” ucap dr. Achmad.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *