Headline.co.id, Indonesia Telah Ditetapkan Sebagai Official Partner Country Dalam Pameran Industri Internasional Terbesar Di Eurasia ~ INNOPROM 2026, yang akan berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada 6-9 Juli 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan industri dengan Rusia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU), serta membuka peluang investasi dan ekspansi pasar ekspor. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan upaya konkret untuk memperdalam hubungan industri kedua negara.
Dalam pameran ini, Indonesia akan menampilkan paviliun nasional seluas lebih dari 1.500 meter persegi, menjadikannya salah satu paviliun terbesar di INNOPROM 2026. Paviliun tersebut akan memamerkan berbagai sektor unggulan, termasuk industri agro dan pengolahan pangan, kimia dan farmasi, manufaktur khusus, serta kawasan industri dan investasi. Selain itu, paviliun ini juga akan menjadi lokasi berbagai agenda bisnis seperti business matching dan forum bisnis bilateral.
Penguatan kerja sama ini didukung oleh meningkatnya hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar USD 1,88 miliar, sementara investasi Rusia di Indonesia tercatat sebesar USD 262,8 juta. Pertemuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Desember 2025 dan April 2026 semakin mempererat hubungan ini, menghasilkan kesepahaman strategis di bidang ekonomi dan industri.
Perjanjian Ekonomi Komprehensif
Momentum kerja sama ini diperkuat dengan penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA) pada Desember 2025 di St. Petersburg. Perjanjian ini memberikan akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke negara-negara anggota EAEU, dengan 90,5 persen pos tarif memperoleh fasilitas preferensi.
Kolaborasi Industri dan Teknologi
Kerja sama yang semakin erat ini mulai menunjukkan hasil nyata. Dalam St. Petersburg Business Forum pada April 2026, PT PAL Indonesia dan Rosatom menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung. Selain itu, Pupuk Indonesia dan Uralchem juga memulai penjajakan kerja sama di sektor pupuk dan bahan kimia pertanian.
Indonesia hadir di INNOPROM 2026 dengan posisi kuat sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai Manufacturing Value Added (MVA) mencapai USD 265 miliar. Ekspor manufaktur nonmigas Indonesia mencapai USD 147,9 miliar, hampir 80 persen dari total ekspor nasional. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya hadir untuk mempromosikan potensi industri nasional, tetapi juga membangun kemitraan yang berkelanjutan.
Pemerintah berharap partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country dapat membuka peluang investasi industri baru, mendorong kolaborasi co-production dan joint manufacturing, serta memperluas akses pasar produk manufaktur nasional ke kawasan Eurasia. Kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia menempatkannya sejajar dengan negara-negara yang sebelumnya menjadi Official Partner Country, seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, mencerminkan peran penting Indonesia dalam ekosistem industri global.




















