Klarifikasi Wali Kota Bekasi Terkait Kabar Satu Keluarga yang Positif Corona Setelah Salat Id Berjamaah

  • Whatsapp
Walikota Bekasi Rahmat Effendi (Foto: Detik.com)
Walikota Bekasi Rahmat Effendi (Foto: Detik.com)

HeadLine.co.id (Bekasi) – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengklarifikasi berita terkait satu keluarga di Perumnas 1 Bekasi Barat yang disebut positif Corona.

Sebelumnya, Rahmat Effendi sempat membenarkan saat ditanya perihal satu keluarga yang positif Corona setelah salat Id di Masjid Al Muhajirin. Kini ditegaskan bahwa ketiganya bukan tertular di tempat salat Id.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Hari Ini dan Besok Matahari Tepat Berada Diatas Ka’bah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Rahmat menjelaskan penularan Corona berawal dari sang ibu yang berinisial B.

“Jadi Ibu B itu tanggal 23… hari Sabtu, ya? Dia berobat ke RS Bella, kan biasa kalau tanda-tanda (COVID-19) itu kan. RS Bella itu punya kit-nya, dia di-swab,” ucapnya pada Selasa (26/5/220) malam.

Baca juga: Sempat Laksanakan Salat Ied Berjamaah, Satu Keluarga di Bekasi Dinyatakan Positif Corona

Setelah menjalani tes pada Sabtu (23/5), hasil swab dibawa ke Labkesda. Hasilnya, B dinyatakan positif Corona dan dirawat di RS Bella pada hari Sabtu itu juga.

Rahmat menjelaskan, saat Lebaran pada Minggu (24/5), B tidak ikut salat Id. Namun ada tiga anggota keluarganya yang ikut salat Id di Masjid Al Muhajirin.
Ketiganya adalah ASA (10), BN (27), dan BTH (30). Ketiganya kemudian juga dites.

Baca juga: Intruksi Kapolri, Operasi Ketupat Resmi di Perpanjang Hingga 7 Juni 2020

“Hasilnya tes nya baru keluar hari Senin. Nah, terakhir, saya dapat kabar, yang tiga ini ikut salat di Al Muhajirin,” ujarnya.

Rahmat menegaskan bahwa keluarga tersebut tidak terkena Corona di tempat salat, melainkan anak-anak B yang sempat melaksanakan kegiatan salat di masjid. Ia juga menyampaikan para tetangga yang ikut salat Id juga akan dites.

Baca juga: Dampak Corona, Daging Ayam di Probolinggo Tembus Rp 40 Ribu

“Kita tetangganya dulu (di-swab), kan dia (tiga anak B) pakai masker. Sebenarnya droplet-nya gaitu melalui ya kalau nggak pakai masker, makanya kita melakukan adaptasi tatanan hidup baru ya, standar bakunya harus masker,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *