Dampak Corona, Daging Ayam di Probolinggo Tembus Rp 40 Ribu

  • Whatsapp
Ilustrasi, Harga daging ayam di Probolinggo masih tinggi. (Foto: Medaninside)
Ilustrasi, Harga daging ayam di Probolinggo masih tinggi. (Foto: Medaninside)

HeadLine.co.id (Probolinggo) – Harga daging ayam di Pasar Gotong Royong dan Pasar Baru Kota Probolinggo terpantau mahal. Hal ini dikarenakan dampak Corona serta di tingkat peternak rumahan dan pabrikan mengalami kekurangan stok.

Baca juga: Polda Aceh Pastikan Mengusut Tuntas Kasus Dua Oknum Polisi Penganiaya Seorang Pria Gangguan Jiwa

Read More

Salah satu pedagang ayam di Pasar Baru, Bawon (43), mengatakan harga Rp 40.000 telah ada sejak sebelum lebaran dan selesai lebaran. Selain pandemi Corona, minimnya stok ayam membuat harga dinaikkan oleh para distributor.

“Sejak sebelum lebaran sampai selesai lebaran harga daging ayam horn tetap tinggi di kisaran harga Rp 37.000 hingga Rp 40.000 per kilogramnya. Mahalnya harga daging ayam dikarenakan dampak pandemi Corona, membuat stok ayam tak stabil di tingkat peternak, membuat para distributor tidak menurunkan harga,” ucapnya pada Selasa (26/5/2020).

Baca juga: Dorong Pelaksanaan “Normal Baru”, 340 Ribu Pasukan TNI Polri Dikerahkan di Tempat Umum

Sebelumnya, harga daging ayam sempat turun menjadi Rp 37.000 setelah pasar didatangi petugas gabungan dari Satgas Pangan Kota Probolinggo. Namun harga Rp 37.000 tidak bertahan lama dan naik lagi ke Rp 40.000 sejak kemarin.

Salah satu pembeli, Fauzia Ulfah (37), mengatakan terpaksa membeli daging ayam karena kebutuhan. Fauzia berharap Pemkot Probolinggo dan Satgas Pangan segera membuat harga daging ayam kembali normal.

Baca juga: Presiden Jokowi Kunjungi Stasiun MRT Bundaran HI untuk Tinjau Kesiapan Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Stasiun MRT

“Saya berharap harga daging ayam kembali normal. Saya takut ada pihak dan oknum yang mempermainkan harga daging ayam ini,” kata Ulfa.

Baca juga: Gubernur Tegaskan PSBB Di Sumatera Barat Tidak Boleh Keluar, Tidak Boleh Masuk

Diduga naiknya harga daging ayam karena warga banyak beralih mengonsumsi daging sapi di bulan puasa dan lebaran. Warga berharap Satgas Pangan kembali melakukan operasi pasar, agar harga pangan, khususnya daging ayam bisa kembali stabil ke harga Rp 25.000 per kilogramnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *