Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat selama periode 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Berdasarkan prediksi cuaca sepekan BMKG, meski sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, sejumlah provinsi masih berisiko diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.
Informasi prediksi cuaca sepekan ini menjadi acuan penting bagi masyarakat yang akan beraktivitas maupun melakukan perjalanan pada awal Juli 2026. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca hari ini maupun prediksi cuaca besok karena kondisi atmosfer di Indonesia masih bersifat dinamis.
Dalam prakiraan tersebut, BMKG membagi potensi hujan ke dalam kategori Waspada (hujan sedang-lebat), Siaga (hujan lebat-sangat lebat), serta Awas (hujan sangat lebat-ekstrem). Berikut daftar lengkap wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan 30 Juni-2 Juli 2026
Pada periode 30 Juni hingga 2 Juli 2026, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Kategori Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
- Papua Selatan
Kategori Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat)
BMKG menetapkan empat wilayah yang memiliki potensi hujan lebih tinggi dibanding daerah lainnya, yakni:
- Bengkulu
- Kalimantan Tengah
- Sulawesi Tengah
- Papua Barat Daya
Kategori Awas
Untuk periode ini, BMKG tidak menetapkan wilayah dengan status Awas atau potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Selain itu, tidak terdapat potensi angin kencang yang perlu diwaspadai selama periode tersebut.
Wilayah Berpotensi Hujan 3-6 Juli 2026
Memasuki periode 3 hingga 6 Juli 2026, potensi hujan masih diperkirakan bertahan di sejumlah wilayah, meskipun sebagian besar Indonesia mulai mengalami musim kemarau.
Kategori Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
- Aceh
- Sumatera Barat
- Bengkulu
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
Kategori Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat)
Hanya satu wilayah yang diperkirakan berada pada kategori Siaga, yaitu:
- Papua Barat Daya
Sementara itu, BMKG kembali menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas maupun berpotensi mengalami angin kencang.
Mengapa Hujan Masih Terjadi Saat Musim Kemarau?
BMKG menjelaskan, meluasnya musim kemarau tidak serta-merta membuat seluruh wilayah Indonesia bebas dari hujan.
Beberapa fenomena atmosfer masih aktif dan mendukung pembentukan awan hujan, antara lain aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator, sirkulasi siklonik, serta kondisi atmosfer lokal yang masih labil.
“Meski musim kemarau semakin meluas, peluang hujan masih tetap ada di sejumlah wilayah,” tulis BMKG dalam informasi prakiraan cuaca periode 30 Juni-6 Juli 2026.
BMKG juga mencatat adanya daerah konvergensi dan konfluensi akibat sirkulasi siklonik di sejumlah perairan Indonesia yang turut meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.
BMKG Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi cuaca yang masih berubah-ubah selama sepekan ke depan.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mencermati perkembangan cuaca dalam sepekan ke depan, mengingat kondisi atmosfer di Indonesia yang dinamis,” demikian imbauan BMKG.
Masyarakat yang berada di wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan perjalanan, hingga berkurangnya jarak pandang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh saat hujan disertai petir.
Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca, BMKG meminta masyarakat memantau pembaruan melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun kanal media sosial resmi BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.




















