Headline.co.id, Jakarta ~ Vinicius Junior kembali menunjukkan peran pentingnya bagi Timnas Brasil saat menghadapi Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026. Meski sempat melihat satu golnya dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR), penyerang Real Madrid itu tetap menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol yang membawa Brasil unggul 2-0 hingga babak pertama berakhir di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB.
Penampilan impresif Vinicius membuat Brasil berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar. Selecao tampil lebih efektif sepanjang 45 menit pertama dan mampu menghukum sejumlah kesalahan yang dilakukan lini pertahanan Skotlandia.
Gol Cepat Berawal dari Blunder Skotlandia
Brasil tidak langsung mendominasi penguasaan bola sejak awal pertandingan. Skotlandia bahkan sempat tampil percaya diri dan lebih banyak menguasai permainan pada menit-menit pertama.
Namun situasi berubah pada menit ke-10 ketika lini belakang Skotlandia melakukan kesalahan fatal.
Berawal dari tendangan gawang Angus Gunn, bola diberikan kepada Scott McKenna yang berada di sisi kiri pertahanan. Saat mencoba mengembalikan bola kepada kiper, McKenna mendapat tekanan dari Rayan sehingga operannya gagal sempurna.
Vinicius Junior yang berada di area berbahaya langsung memanfaatkan situasi tersebut. Ia merebut bola, melewati Angus Gunn yang keluar dari sarangnya, lalu melepaskan penyelesaian tenang untuk membawa Brasil unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi tembakan tepat sasaran pertama Brasil sekaligus gol ketiga Vinicius di Piala Dunia 2026.
VAR Gagalkan Brace Cepat Vinicius
Dominasi Brasil berlanjut setelah gol pembuka. Vinicius terus menjadi ancaman utama melalui pergerakannya di sektor kiri maupun saat masuk ke area penalti.
Pada menit ke-22, pemain berusia 25 tahun itu kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Gol tercipta setelah Jack Hendry gagal mengantisipasi tekanan Vinicius saat berusaha mengirim bola ke arah Angus Gunn. Penyerang Brasil tersebut berhasil merebut bola sebelum menaklukkan kiper Skotlandia untuk kedua kalinya.
Namun kegembiraan Brasil tidak berlangsung lama.
Wasit meninjau insiden tersebut melalui VAR dan akhirnya memutuskan untuk menganulir gol. Tayangan ulang menunjukkan adanya kontak antara Vinicius dan pemain bertahan Skotlandia yang memengaruhi jalannya umpan ke kiper.
Keputusan itu menjadi angin segar bagi Skotlandia yang sempat terancam tertinggal dua gol lebih cepat.
Tetap Jadi Pembeda Jelang Turun Minum
Meski gol keduanya dianulir, Vinicius tidak kehilangan pengaruh dalam permainan. Brasil terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang melalui Matheus Cunha, Rayan, serta kombinasi lini tengah yang digalang Casemiro dan Bruno Guimaraes.
Skotlandia sempat bertahan cukup disiplin dan berusaha memanfaatkan bola mati untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun upaya tersebut belum mampu menembus pertahanan Brasil.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor 1-0 di babak pertama, Vinicius kembali menunjukkan kualitasnya.
Pada menit ketiga masa injury time, Gabriel yang membantu serangan mengirim umpan silang dari sisi kanan. Vinicius menyambut bola dengan sundulan akurat yang mengarah ke tiang jauh dan gagal dijangkau Angus Gunn.
Gol tersebut sah dan membawa Brasil unggul 2-0 tepat sebelum turun minum.
Brasil Semakin Dekat ke Fase Gugur
Keunggulan dua gol membuat Brasil semakin nyaman menghadapi babak kedua. Tim asuhan Carlo Ancelotti tampil lebih tajam dan mampu memanfaatkan peluang yang didapatkan.
Sementara itu, Skotlandia harus bekerja lebih keras untuk membalikkan keadaan jika ingin menjaga peluang lolos dari Grup C.
Vinicius Junior menjadi sosok paling menonjol sepanjang babak pertama. Selain mencetak dua gol yang sah, ia juga terlibat dalam sejumlah serangan berbahaya yang membuat pertahanan Skotlandia terus berada di bawah tekanan.
Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor tetap bertahan 2-0 untuk keunggulan Brasil. Hasil sementara tersebut membawa Selecao semakin dekat menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026, sementara Skotlandia membutuhkan respons cepat pada babak kedua untuk menjaga asa mereka di turnamen ini.






















