Headline.co.id, Jakarta ~ Umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun setelah masuk waktu Maghrib yang menandai datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah. Tradisi ini telah lama diamalkan para ulama saleh sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT sekaligus harapan agar tahun baru dipenuhi keberkahan dan amal kebaikan. Pada pergantian tahun Hijriah dari 1447 H menuju 1448 H yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 ba’da Maghrib, amalan ini kembali menjadi perhatian umat Muslim di berbagai daerah.
Selain mencari bacaan doa awal tahun Muharram, masyarakat juga banyak menelusuri doa awal tahun Latin agar lebih mudah diamalkan. Doa tersebut berisi permohonan agar dijauhkan dari godaan setan, diberi kemampuan mengendalikan hawa nafsu, serta dimudahkan melakukan berbagai amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Momentum Tahun Baru Islam juga menjadi waktu refleksi spiritual. Dalam tradisi Islam, doa awal tahun Islam tidak sekadar dipahami sebagai rutinitas tahunan, melainkan ikhtiar memperbarui niat, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta untuk menjalani kehidupan yang lebih baik pada tahun mendatang.
Doa Awal Tahun Dianjurkan Dibaca Setelah Maghrib 1 Muharram
Berdasarkan tradisi yang disebutkan dalam berbagai literatur ulama, doa awal tahun dibaca setelah salat Maghrib pada malam 1 Muharram. Hal ini sejalan dengan sistem penanggalan Hijriah yang menetapkan pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam.
Dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, dijelaskan bahwa doa awal tahun merupakan amalan yang dilakukan para ulama terdahulu. Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan dan dorongan hawa nafsu.
Berikut bacaan doa awal tahun yang banyak diamalkan umat Islam:
“Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.”
Artinya:
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Doa Awal Tahun Latin dan Anjuran Membacanya Tiga Kali
Selain tersedia dalam tulisan Arab, banyak umat Islam mencari versi doa awal tahun Latin untuk memudahkan pelafalan. Dalam sejumlah keterangan ulama, doa ini dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali.
Dalam kitab Kanzun Najah wa As-Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quddus al-Makki asy-Syafi’i disebutkan:
“Jika doa ini dibaca sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya setan akan berkata: Ia telah mengamankan dirinya untuk sisa umurnya. Lalu dua malaikat ditugaskan untuk menjaganya dari setan dan para pengikutnya.”
Pernyataan tersebut tertuang dalam redaksi:
“Yaqra’uhu tsalâtsan; fa innasy-syaithâna yaqûlu: ista’mana ‘alâ nafsihi fîmâ baqiya min ‘umrihi, wa tuwukkila bihi malakâni yahrusânihi minasy-syaithâni wa atbâ’ihi.”
Keterangan itu menjadi salah satu alasan mengapa sebagian umat Islam mempertahankan tradisi membaca doa awal tahun sebanyak tiga kali.
Makna Doa Awal Tahun Muharram
Doa awal tahun Muharram mengandung sejumlah nilai spiritual penting. Isi doa tidak hanya berfokus pada permintaan perlindungan, tetapi juga mencerminkan tekad memperbaiki diri.
Beberapa pesan yang terkandung di dalamnya antara lain:
- Memohon perlindungan dari godaan setan dan para pengikutnya.
- Meminta pertolongan Allah SWT untuk mengendalikan hawa nafsu.
- Berharap diberikan kekuatan menjalankan amal saleh.
- Menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Memulai tahun baru dengan semangat memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.
Pergantian tahun Hijriah pada hakikatnya bukan sekadar perubahan angka dalam kalender. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah, memperbarui tekad, serta menata kembali arah kehidupan agar lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Adab Membaca Doa Awal Tahun Islam
Dalam mengamalkan doa awal tahun Islam, terdapat beberapa adab yang dianjurkan untuk diperhatikan agar doa dipanjatkan dengan penuh kesungguhan.
Adab tersebut meliputi:
- Membaca doa dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.
- Berusaha berada dalam keadaan suci dengan berwudu.
- Menghadirkan hati dan menjaga kekhusyukan.
- Mengawali doa dengan pujian kepada Allah SWT serta selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Dapat dilakukan secara sendiri maupun berjamaah tanpa mengurangi kekhusyukan.
Momentum Memperbaiki Diri di Tahun Baru Islam
Pergantian tahun dari 1447 H menuju 1448 H menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri. Tahun baru Hijriah bukan sekadar perayaan, melainkan kesempatan memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan memperbaiki kualitas kehidupan.
Selain membaca doa akhir tahun, umat Islam juga dianjurkan memperhatikan amalan doa awal tahun sebagai bentuk ikhtiar spiritual yang diwariskan para ulama. Dengan harapan, tahun yang baru dipenuhi keberkahan, dijauhkan dari berbagai keburukan, serta diberikan kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu, menjaga setiap langkah dari tipu daya setan, serta melimpahkan keberkahan, keselamatan, dan kebaikan yang lebih luas di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Āmīn yā Rabbal ‘Ālamīn.






















