Headline.co.id, Banda Aceh ~ Menjelang Piala Dunia 2026, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengingatkan masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian dan taruhan. Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, yang akrab disapa Lem Faisal, menyampaikan imbauan ini menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 dijadwalkan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca pada Jumat (12/6) pukul 02.00 WIB. Lem Faisal menekankan bahwa masyarakat dapat menikmati pertandingan sebagai hiburan dan sarana mempererat hubungan, asalkan tidak melibatkan aktivitas yang bertentangan dengan ajaran agama.
“Pesta nonton bola Piala Dunia harus dijadikan sebagai sarana silaturahmi sesama penggemar bola dalam rangka menambah semangat dalam belajar, mencari rezeki dan ketaatan kepada Allah,” ujar Lem Faisal pada Rabu (10/6/2026). Ia menegaskan bahwa menonton pertandingan tidak boleh mengganggu kewajiban utama seperti menuntut ilmu, bekerja, atau beribadah.
Selain itu, Lem Faisal mengingatkan agar euforia tidak diekspresikan secara berlebihan hingga mengganggu ketertiban lingkungan. “Jangan terlalu ribut karena bisa mengganggu kenyamanan tetangga,” katanya. MPU Aceh juga menyoroti praktik negatif yang sering muncul selama turnamen, seperti penggunaan narkoba, taruhan, dan perjudian.
“Hindari narkoba, taruhan dan judi dalam momentum nonton bola,” tegasnya. Lem Faisal menekankan bahwa taruhan sekecil apapun, termasuk menebak skor dengan konsekuensi mentraktir kopi, tetap termasuk perjudian. “Sekecil apa pun nilai taruhan tetap judi,” ujarnya. Menurutnya, unsur perjudian tidak ditentukan oleh besar kecilnya nilai taruhan, tetapi oleh adanya kesepakatan untung-rugi berdasarkan hasil pertandingan.
Ia juga mengimbau para penggemar sepak bola untuk menjaga etika selama menonton pertandingan, baik sendiri maupun dalam kegiatan nonton bareng. “Hindari caci maki dan bahasa jorok lainnya dalam nonton bola,” ujarnya. MPU Aceh berharap masyarakat menyambut Piala Dunia 2026 dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ukhuwah, serta menghindari perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan qanun yang berlaku di Aceh.




















