Headline.co.id, Surabaya ~ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengajak mahasiswa untuk membiasakan diri menyusun policy brief atau naskah rekomendasi kebijakan berbasis data dan kajian akademik. Ajakan ini disampaikan Puguh saat menerima kunjungan mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Malang di Gedung DPRD Jawa Timur pada Kamis, 11 Juni 2026.
Puguh menegaskan pentingnya masukan dari kalangan akademisi untuk memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran DPRD. “Policy brief itu sangat bermanfaat bagi DPRD. Kami membutuhkan data, masukan, dan rekomendasi dari masyarakat, terutama dari kalangan intelektual seperti mahasiswa,” ujarnya.
Ia mencontohkan beberapa kelompok mahasiswa yang telah menyampaikan policy brief terkait isu strategis, seperti persoalan lingkungan, mikroplastik akibat kendaraan bermotor, dan pengembangan UMKM berbasis digital. Beberapa rekomendasi tersebut, lanjut Puguh, telah menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pemerintah daerah. “Ada teman-teman mahasiswa yang menyusun kajian tentang mikroplastik di Surabaya, ada juga yang mengkritisi pengembangan UMKM di Jawa Timur. Kajian seperti itu sangat implementatif dan beberapa masuk menjadi pertimbangan kebijakan pemerintah,” jelas politisi dari Daerah Pemilihan Malang Raya ini.
Puguh juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengawal berbagai persoalan di daerah masing-masing melalui pendekatan akademik. Ia menyebutkan isu-isu lokal seperti pengelolaan sampah, kemacetan, tata ruang kota, banjir, pengembangan kawasan industri, dan sektor pariwisata sebagai contoh. “Mahasiswa bisa mengambil isu-isu lokal tersebut, mengkajinya secara ilmiah, lalu menyampaikannya kepada DPRD dalam bentuk policy brief. Itu bentuk partisipasi yang sangat konstruktif,” katanya.
Selain itu, Puguh menyoroti perkembangan media sosial sebagai instrumen penting dalam demokrasi modern. Menurutnya, platform digital kini menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk mengawasi dan menilai kinerja pejabat publik. “Media sosial membuat masyarakat lebih mudah melihat dan mengawasi kinerja pejabat publik. Ini menjadi bagian dari transparansi dan akuntabilitas yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Puguh juga berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan doktoral di bidang ilmu sosial dengan fokus penelitian mengenai politik identitas. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dengan civitas akademika Unmer Malang melalui berbagai forum diskusi publik. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan daerah melalui kajian dan rekomendasi kebijakan. “Semangat critical thinking harus terus dijaga. Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi juga harus mampu memberikan gagasan dan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Puguh mengapresiasi semangat para mahasiswa Unmer Malang yang berkunjung ke DPRD Jawa Timur. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas kampus dan lembaga legislatif dalam menghasilkan gagasan-gagasan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya berharap ke depan bisa ada forum diskusi atau seminar di kampus. DPRD dan kampus harus saling terhubung agar lahir solusi-solusi terbaik bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (MC Prov Jatim /pca-hjr/eyv)




















