Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa kualitas data merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Hal ini disampaikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat melepas 1.161 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hall Ranu Kumbolo Hotel Aston Inn, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa, 9 Juni 2026. Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah untuk sepuluh tahun ke depan.
Indah Amperawati menekankan bahwa pembangunan yang efektif harus didasarkan pada data yang akurat dan lengkap, yang mampu menggambarkan kondisi riil masyarakat serta perkembangan ekonomi daerah. “Data yang akurat dan lengkap adalah kunci dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” tegasnya. Hasil sensus diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian daerah, perkembangan usaha masyarakat, potensi sektor unggulan, kondisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peluang ekonomi baru yang muncul.
Lebih lanjut, data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran, mendorong investasi, dan memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Dengan data yang tepat, kita dapat mendorong investasi dan memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Indah juga menambahkan bahwa tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut pemerintah untuk menerapkan pendekatan berbasis data atau evidence-based policy dalam setiap proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
Dalam konteks ini, petugas sensus memiliki peran penting sebagai pengumpul data yang akan menjadi rujukan bagi pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan ekonomi dan sosial di masa depan. “Peran petugas sensus sangat penting dalam mengumpulkan data yang akan menjadi rujukan bagi kebijakan masa depan,” katanya. Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang, Mochamad Sonhaji, menyatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data yang komprehensif dan mutakhir mengenai kondisi perekonomian daerah.
Menurut Mochamad Sonhaji, data tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga menjadi referensi penting bagi pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pembangunan. “Data ini akan menjadi referensi penting bagi berbagai pihak dalam menyusun strategi pembangunan,” ujarnya. Dengan diterjunkannya 1.161 petugas sensus di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang, pemerintah berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data berkualitas yang menjadi landasan pembangunan daerah dalam jangka panjang.
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kualitas data dinilai menjadi faktor kunci dalam menentukan ketepatan kebijakan dan keberhasilan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.






















