Headline.co.id, Kabupaten Gorontalo ~ Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengajak generasi muda untuk menghindari perilaku berisiko yang dapat menyebabkan penularan HIV-AIDS. Ajakan ini disampaikan saat membuka acara Edukasi Informasi Dasar HIV-AIDS di SMA Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (9/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh ratusan pelajar dan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Anang S. Otoluwa, serta jajaran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo. Wakil Gubernur menekankan pentingnya meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai HIV-AIDS, terutama di kalangan remaja.
Menurut Idah, pencegahan harus terus diperkuat mengingat jumlah kasus HIV-AIDS di Gorontalo masih menunjukkan peningkatan setiap tahun, termasuk di kalangan usia muda. Edukasi dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan cara pencegahan HIV-AIDS. “Kalian masih memiliki masa depan yang panjang. Jangan rusak masa depan itu dengan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri. Jauhi seks bebas, narkoba, dan berbagai bentuk pergaulan yang berisiko. Jagalah kesehatan dan masa depan kalian mulai dari sekarang,” ujarnya.
Idah, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana KPA Provinsi Gorontalo, menjelaskan bahwa HIV-AIDS dapat menyerang siapa saja. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami faktor-faktor risiko penularan serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan bertanggung jawab. Ia menambahkan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah bersama KPA terus melakukan berbagai inovasi sosialisasi, termasuk melalui media sosial, untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
“Jika sebelumnya program penanggulangan HIV-AIDS memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar setiap tahun sejak 2010, dalam beberapa tahun terakhir anggaran tersebut mengalami penurunan hingga tersisa sekitar Rp250 juta. Meski demikian, pemerintah tidak berhenti melakukan berbagai langkah sosialisasi. Ini sudah menjadi komitmen kami,” tegasnya.
Berdasarkan hasil validasi data pada Oktober tahun 2025, Dinas Kesehatan bersama KPA Provinsi Gorontalo mencatat sebanyak 1.455 kasus HIV-AIDS. Jumlah tersebut terdiri atas 850 kasus HIV dan 605 kasus AIDS. (mcgoronatloprov/echin)





















