Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan pentingnya peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 sebagai momentum untuk mendorong lansia di Indonesia agar tetap aktif, mandiri, dan produktif. Hal ini disampaikan di tengah meningkatnya populasi lanjut usia yang kini hampir mencapai 12 persen dari total populasi nasional.
Wihaji menegaskan bahwa pemerintah harus hadir untuk menjawab tantangan ini. “Pemerintah perlu hadir untuk menjawab tantangan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia,” ujar Mendukbangga, Selasa (9/6/2026). Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Sekolah Lansia yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup lansia, serta menjaga mereka tetap produktif melalui berbagai aktivitas sosial dan ekonomi, termasuk program kewirausahaan lansia.
Lebih lanjut, Wihaji menjelaskan bahwa upaya ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi dan menghadapi fenomena populasi menua. “Ini adalah bagian dari strategi pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi dan menghadapi fenomena populasi menua,” katanya. Ia menilai bahwa masih banyak lansia berusia 60–74 tahun yang mampu berkontribusi secara ekonomi maupun sosial jika diberikan ruang dan dukungan yang tepat.
Saat ini, terdapat sekitar 3.051 Sekolah Lansia di seluruh Indonesia yang terintegrasi melalui aplikasi Sistem Lansia Berdaya (Sidaya). Program ini bertujuan untuk mendukung terwujudnya lansia yang sehat, tangguh, mandiri, dan tetap produktif. Selain aspek ekonomi, Kemendukbangga juga menyoroti persoalan kesepian pada lansia yang dapat memicu gangguan kesehatan mental hingga depresi. Oleh karena itu, Sekolah Lansia didorong menjadi ruang interaksi sosial yang memungkinkan para lansia tetap aktif berjejaring, berbagi pengalaman, dan memperoleh dukungan sosial dari sesama peserta.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengubah paradigma lansia dari kelompok yang dipandang sebagai beban menjadi kelompok yang tetap memiliki nilai produktif dan kontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.




















