Headline.co.id, Jakarta ~ Jagat media sosial kembali diramaikan dengan kemunculan “video rok hijau viral” yang menjadi perbincangan warganet di TikTok dan X dalam beberapa hari terakhir. Kata kunci tersebut bahkan sempat masuk pencarian populer dan memicu rasa penasaran publik. Di tengah ramainya perburuan video berdurasi sekitar tiga menit itu, pakar keamanan digital justru mengingatkan masyarakat terhadap ancaman siber berupa tautan palsu atau phishing yang kini banyak beredar di media sosial. Modus tersebut dinilai berbahaya karena dapat mencuri data pribadi hingga akses akun digital pengguna internet.
Video tersebut diketahui menyebar cepat melalui sejumlah akun anonim dan grup media sosial. Situasi itu kemudian dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berbagai tautan yang diklaim berisi video lengkap tanpa sensor.
Padahal, sebagian besar link yang beredar diduga merupakan jebakan siber. Pengguna internet yang mengakses tautan tersebut berisiko diarahkan ke situs berbahaya yang dapat menyisipkan malware, virus, maupun halaman phishing palsu.
“Modus seperti ini memang sering muncul ketika ada konten viral dengan tingkat pencarian tinggi. Pelaku memanfaatkan rasa penasaran publik untuk mengarahkan korban masuk ke situs berbahaya,” ujar pakar keamanan digital dalam penjelasan terkait fenomena tersebut.
Tautan phishing biasanya dirancang menyerupai halaman situs resmi agar korban tidak curiga. Jika pengguna memasukkan data akun, informasi pribadi seperti password media sosial, email, hingga data perbankan digital berpotensi dicuri oleh pelaku.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap link yang dibagikan di kolom komentar TikTok, X, Telegram, maupun Facebook, terutama dari akun tidak dikenal.
Selain ancaman keamanan digital, publik juga diingatkan mengenai konsekuensi hukum apabila ikut menyebarkan ulang konten sensitif yang bermuatan asusila. Penyebaran video semacam itu dapat dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Pengguna internet pun diminta tidak mudah tergoda mencari maupun membagikan ulang konten viral yang sumber dan keasliannya belum jelas.
Fenomena “video rok hijau viral” sekaligus menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi media sosial yang bergerak sangat cepat. Sikap bijak dalam menyaring informasi dan menjaga keamanan data pribadi dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan siber.
“Keamanan akun dan privasi digital jauh lebih penting dibanding sekadar mengikuti rasa penasaran terhadap tren viral sesaat di media sosial,” lanjut penjelasan pakar keamanan digital tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi sumber informasi, menghindari membuka tautan mencurigakan, serta tidak sembarangan memasukkan data pribadi pada situs yang tidak terpercaya.























