Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terus mempercepat upaya penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak. Proyek pembangunan Rumah Hunian Tamiang Empat di Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, saat ini telah mencapai progres fisik sebesar 30,46 persen. Pembangunan ini berdiri di atas lahan seluas 30.000 meter persegi dan ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya peninjauan berkala untuk mengidentifikasi kendala teknis dan memastikan percepatan transisi pemulihan berjalan sesuai rencana. “Kunjungan lapangan ini untuk melihat perkembangan riil di Aceh Tamiang, serta memastikan apakah instruksi penanganan kemarin sudah dieksekusi dengan baik atau belum. Jika masih ada kendala, langsung kita cari jalan keluarnya,” ujar Menteri Dody saat memeriksa proyek hunian di Aceh Tamiang, Minggu (24/5/2026).
Selain itu, Kementerian PU juga memastikan operasional Rumah Hunian Tamiang Tiga di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, berfungsi optimal. Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 19.611 meter persegi dan telah menampung 84 KK atau sekitar 336 jiwa masyarakat terdampak bencana. Setiap unit hunian Tamiang Tiga dirancang dengan teknologi dinding sandwich panel berinsulasi, lantai vinyl, plafon PVC, serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti tempat tidur, kipas angin, sistem ventilasi, dan lampu LED. Kawasan ini juga dilengkapi 42 unit toilet/kamar mandi komunal dan sebuah mushola.
Menanggapi aspirasi warga terkait kebersihan dan keamanan lingkungan, Kementerian PU segera menginstruksikan tim teknis untuk menambah fasilitas publik di area pemukiman. “Terkait permintaan penerangan kawasan dan tempat sampah, tim Prasarana Strategis bersama penyedia jasa akan segera menyiapkan tambahannya. Beberapa titik krusial di bagian depan dan belakang akan dipasang lampu penerangan jalan, begitu pula dengan titik-titik penempatan sampah tambahan,” kata Menteri Dody.
Dengan manajemen proyek yang terukur dan pemenuhan fasilitas dasar yang komprehensif, Kementerian PU optimistis klaster hunian pascabencana di Aceh Tamiang ini dapat menjadi solusi fundamental dalam mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat lokal.





















